FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Keberadaan rumpon beton yang dibiarkan terbengkalai di kawasan Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang, mulai memicu pertanyaan nelayan terkait pelaksanaan reklamasi tambang laut di wilayah DU-1545. Nelayan menilai pemulihan lingkungan pascatambang belum terlihat nyata, sementara kondisi laut disebut terus berubah dan hasil tangkapan ikan semakin menurun, Minggu (26/4/2026).
Rumpon-rumpon yang disebut sebagai bagian dari program reklamasi itu tampak masih berada di daratan. Beberapa di antaranya mulai retak dan ditumbuhi semak tanpa pernah dipasang ke laut sebagaimana fungsi awalnya sebagai rumah buatan biota laut.
Hasan (54), nelayan Desa Air Lintang yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan, mengaku warga sempat berharap rumpon tersebut dapat membantu memulihkan habitat ikan setelah aktivitas tambang berjalan di perairan Tempilang.
“Dari dulu kami tahunya rumpon itu untuk dipasang di laut, supaya ikan kembali banyak. Tapi sampai sekarang cuma ditaruh di darat,” katanya.
Menurut Hasan, kondisi laut di wilayah Tempilang dalam beberapa tahun terakhir juga mulai berubah. Air laut disebut semakin keruh, sementara nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan.
“Dulu dekat pantai masih gampang dapat ikan. Sekarang harus keluar lebih jauh, minyak makin banyak habis,” ujarnya.
