FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat 1.983 rumah terdampak banjir rob dan satu kejadian pohon tumbang yang melanda sejumlah kabupaten/kota pada 7–8 Desember 2025. Selain permukiman, bencana ini juga mempengaruhi tiga fasilitas umum, tiga dermaga, dan 100 stan UMKM di wilayah terdampak.
Kepala BPBD Babel, Budi Utama, menyampaikan bahwa Kota Pangkalpinang menjadi daerah dengan jumlah dampak terbesar. Dari 15 lokasi banjir rob yang teridentifikasi, total 973 rumah warga terendam. Titik terparah berada di Kelurahan Opas Indah dan Kampung Seberang, Kecamatan Taman Sari.
“Pangkalpinang masih menjadi fokus utama pengawasan kami, terutama karena ada 11 titik rawan banjir yang hingga sekarang terus kami pantau di puncak musim hujan,” kata Budi Utama. Selasa (9/12/2025).
Di Kabupaten Bangka Tengah, banjir rob merendam 94 rumah di Desa Kurau dan Kurau Barat, serta 29 rumah di Kurau Timur. Sementara itu, satu pohon tumbang tercatat terjadi di kawasan perkantoran pemerintah daerah setempat.
Di Kabupaten Bangka, BPBD mencatat kejadian tanah amblas pada 8 Desember 2025 di sisi jembatan penghubung Stasiun 6 Gunung Pelawan dengan Parit 2, Kecamatan Belinyu, dengan kedalaman 5 meter.
Di Kabupaten Bangka Barat, banjir rob memengaruhi 651 rumah di 15 titik, termasuk kawasan Teluk Rubiah dan Tanjung Laut yang mengalami genangan cukup luas.
Belitung Timur mencatat total 76 rumah terdampak banjir rob di empat kecamatan, disertai kerusakan tiga dermaga dan dua fasilitas umum. Sementara di Kabupaten Belitung, banjir rob memengaruhi 160 rumah di wilayah Juru Seberang, Piak Aik, serta Selat Nasik. Selain itu, sekitar 100 stan UMKM pada kegiatan bazar di Pantai Tanjung Pendam juga ikut terdampak gelombang pasang.
