FAKTA BERITA, PANGKALPINANG — Pelantikan pengurus baru Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pangkalpinang periode 2026–2031 tak sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal arah baru pengelolaan masjid yang lebih inklusif dan berdaya guna. Bertempat di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/7/2026), kepengurusan yang dinakhodai Ustadz H. Rusdiyanto Zainal Ilmi, M.A. resmi mengemban amanah lima tahun ke depan.
Di hadapan sekitar 120 undangan yang terdiri dari unsur pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan Islam, pelantikan ini menghadirkan semangat kolaborasi lintas sektor. Salah satu gagasan yang langsung mencuat adalah inisiasi program Masjid Ramah Anak—sebuah konsep yang menempatkan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga ruang tumbuh yang aman, nyaman, dan edukatif bagi generasi muda.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat peran masjid melalui kerja sama strategis dengan DMI. Dalam waktu dekat, kedua pihak akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan implementasi program tersebut.
“Masjid harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak-anak, sebagaimana konsep Sekolah Ramah Anak yang sudah berhasil diterapkan di sejumlah daerah seperti Solo. Kita ingin masjid hadir sebagai tempat pembinaan karakter sejak dini,” ujarnya.
Lebih dari itu, pemerintah juga tengah merancang standar khusus bagi masjid yang mengadopsi konsep ramah anak. Standar ini diharapkan menjadi identitas sekaligus motivasi bagi pengelola masjid untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif, sekaligus mendukung pembinaan generasi muda yang berakhlak dan berdaya.
