FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Bangka Tengah memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Bangka Tengah masih dalam kondisi aman. Minggu (12/7/2026).
Antrean panjang kendaraan yang terjadi di SPBU Kelurahan Berok, Kecamatan Koba dalam beberapa hari terakhir disebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk penindakan terhadap praktik pembelian berulang oleh pengecer atau pengerit.
Kepala Disperindagkop-UKM Kabupaten Bangka Tengah, Irwandi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Pertamina terkait kondisi distribusi BBM, khususnya di Kecamatan Koba.
“Berdasarkan informasi yang kami terima dari Pertamina, sampai saat ini tidak terdapat gangguan pasokan maupun distribusi BBM ke Kabupaten Bangka Tengah. Secara umum, stok BBM masih dalam kondisi aman dan tersedia sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” kata Irwandi kepada Faktaberita, Minggu (12/7/2026).
Irwandi menjelaskan, salah satu penyebab meningkatnya antrean di SPBU Kelurahan Berok adalah penghentian sementara penyaluran Pertalite di salah satu SPBU di wilayah Desa Nibung setelah ditemukan adanya praktik pembelian berulang oleh pengecer atau pengerit.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina melakukan penindakan sekaligus mengalihkan kuota BBM dari SPBU tersebut ke SPBU lain agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
“Selain itu, kami juga menemukan adanya kecenderungan sebagian pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih menggunakan Pertalite. Kondisi ini menyebabkan permintaan terhadap Pertalite meningkat sehingga antrean di SPBU Kelurahan Berok terlihat lebih panjang dari biasanya,” ujarnya.
