Prof. Udin: Kalau Saya Salah Tegur! Pemimpin Harus Siap Mendengar

‎FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Calon Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menegaskan bahwa seorang pemimpin harus hadir untuk rakyat, bukan menjauh setelah terpilih. Hal itu ia sampaikan dalam kampanye dialogis bersama warga Jalan A. Yani, Kelurahan Kejaksaan, Kamis (30/7/2025).

‎”Kalau sudah terpilih, jangan jadi sombong. Jangan lupa dari mana kita berasal. Saya selalu ingatkan diri saya sendiri, jadi pemimpin itu penuh godaan, dan kalau tergoda, kita bisa jauh dari rakyat. Saya tidak ingin seperti itu,” ujar Prof. Udin di hadapan warga.

‎Ia menekankan, jabatan Wali Kota bukanlah ruang untuk memperkaya diri, melainkan amanah besar yang harus digunakan untuk menyejahterakan masyarakat.

‎”Tanggung jawab jadi wali kota itu bukan untuk kepentingan pribadi. Saya datang ke sini bukan untuk janji-janji kosong. Kalau saya dipercaya, saya akan jalankan ini semua untuk rakyat Pangkalpinang,” katanya.

‎Dalam dialog tersebut, Prof. Udin juga menyoroti persoalan banjir yang masih menghantui sebagian wilayah kota, termasuk kawasan Jalan Baru yang ia kenal sejak masa mudanya.

‎”Saya tahu betul bagaimana banjir di Jalan Baru itu menyusahkan warga. Saya tumbuh di kota ini, saya alami sendiri. Itu sebabnya penanganan banjir akan jadi prioritas, mulai dari perbaikan saluran air sampai sistem drainase yang lebih baik,” ujarnya.

‎Tak hanya persoalan infrastruktur, Prof. Udin juga memaparkan beberapa program strategis lainnya jika terpilih memimpin. Di antaranya adalah pendidikan, kesehatan, dan pembukaan lapangan kerja berbasis keterampilan.

‎”Saya ingin ke depan, anak-anak kita tidak hanya sekolah tinggi, tapi juga punya keterampilan. Ijazah itu penting, tapi kemampuan juga tidak kalah penting. Kami akan siapkan program pelatihan kerja, sertifikasi gratis, bahkan pembekalan bagi anak-anak muda yang ingin bekerja ke luar negeri secara legal dan profesional,” jelasnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar program, melainkan soal kehadiran di tengah masyarakat.

‎”Kalau saya jadi wali kota, jangan segan-segan tegur saya kalau ada yang keliru. Jangan sungkan datang ke rumah dinas. Saya ingin memimpin dengan cara yang sederhana, terbuka, dan selalu mendengar,” tegasnya.

‎Salah satu warga yang hadir, Nirwana, menyampaikan kesan positif terhadap Prof. Udin. Ia menilai sosok tersebut sebagai pribadi yang berwibawa dan tidak melupakan rakyat.

‎“Beliau cerdas dan sederhana. Saya percaya beliau bisa memperbaiki kota ini. Harapan saya, kalau sudah jadi wali kota, jangan berubah,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *