Akademisi UBB Tembus Forum Internasional di Guangxi, Bawa Misi Perkuat Smart Fisheries

FAKTA BERITA, GUANGXI – Dari Bangka Belitung ke Nanning, Guangxi, China. Akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB), Dr. Tri Lestari, membawa perspektif keilmuan Indonesia dalam forum internasional yang membahas masa depan perikanan berbasis teknologi dan pembangunan berkelanjutan.

Dr. Tri Lestari, Associate Professor sekaligus mantan Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan UBB, menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam Guangxi International Exchange Event on Smart Fisheries Innovation and Development yang berlangsung di Nanning, Guangxi, China, 14–19 September 2026.

Kehadiran akademisi UBB dalam forum tersebut tidak sekadar memperluas jejaring internasional. Momentum ini juga membuka peluang kolaborasi riset, pendidikan, pelatihan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian, perikanan dan kelautan.

Delegasi Indonesia dipimpin Dr. Henny Saptatia DN, Ketua Departemen Kajian Stratejik Global dan Kewilayahan (KSGK), Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI), sekaligus Ketua Advisory Board ASEAN-China Research Centre (ACRC).

Forum internasional tersebut diselenggarakan oleh Department of Agriculture and Rural Affairs of Guangxi Zhuang Autonomous Region, dengan dukungan Guangxi Aquatic Species Introduction and Breeding Centre, Guangxi Vocational University of Agriculture, serta China-ASEAN Agriculture Training Centre.

Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai inovasi, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga pembangunan sektor perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan.

Lebih jauh, forum mempertemukan berbagai perspektif dari Indonesia, China, ASEAN dan mitra Asia lainnya untuk membangun peluang kerja sama yang lebih konkret.

Smart Fisheries Tak Cukup dengan Teknologi

Dalam forum tersebut, Dr. Henny Saptatia DN menyampaikan perspektif Indonesia mengenai pentingnya pengembangan perikanan dan akuakultur yang tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga menempatkan manusia sebagai bagian penting dari transformasi sektor perikanan.

Menurutnya, sektor perikanan dan akuakultur memiliki posisi strategis bagi Indonesia karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pesisir, pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai negara kepulauan dan maritim dengan lebih dari 17.000 pulau serta wilayah perairan yang luas, Indonesia memiliki kepentingan besar dalam memastikan sektor perikanan berkembang secara inovatif sekaligus berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *