FAKT BERITA, BANGKA TENGAH – Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah turut menjadikan rangkaian peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat, Kamis (20/8/2026).
Salah satunya dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Tengah dengan menyosialisasikan inovasi Komik Peduli Lingkungan (KOPLING) melalui keikutsertaannya dalam kegiatan karnaval atau pawai yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, DLH Bangka Tengah membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengusung slogan “Kopling, 1 Cerita Sejuta Aksi.”
Tidak berhenti pada sosialisasi, DLH Bangka Tengah juga memanfaatkan momentum karnaval untuk melakukan aksi nyata. Petugas DLH bersama Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman serta sejumlah siswa SD dan SMP di Kecamatan Koba turut melakukan pemungutan sampah sepanjang jalan yang menjadi rute karnaval.
Aksi tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan melalui KOPLING bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui kampanye atau cerita, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Di tengah keramaian perayaan kemerdekaan, para pelajar diajak secara langsung memungut sampah dan menjaga kebersihan ruang publik yang digunakan masyarakat.
Keterlibatan Bupati Bangka Tengah bersama pelajar dalam aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah maupun petugas kebersihan.
Sosialisasi KOPLING menjadi salah satu upaya DLH Bangka Tengah dalam menghadirkan pendekatan edukasi lingkungan yang lebih kreatif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda dan anak-anak.
Tidak hanya melalui karnaval, semangat edukasi lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan aksi bersih yang melibatkan pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Koba.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia sekolah. Para pelajar tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga diajak terlibat secara langsung dalam aksi nyata di lapangan.
Dalam kegiatan aksi bersih tersebut, masing-masing sekolah mengirimkan sekitar 20 hingga 30 siswa dan siswi untuk berpartisipasi. Keterlibatan para pelajar ini menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu diterjemahkan menjadi pengalaman dan kebiasaan yang dilakukan secara langsung.
Melalui keterlibatan siswa dan siswi dari berbagai sekolah, DLH Bangka Tengah juga ingin membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan merupakan ruang hidup bersama yang membutuhkan kepedulian semua pihak. Sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membentuk kebiasaan tersebut sejak dini.
Pembina KOPLING, Eva Algafry, mengatakan momentum peringatan kemerdekaan menjadi kesempatan yang baik untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
“Semangat kemerdekaan bukan hanya berbicara tentang bagaimana kita mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata. Salah satunya dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat dan nyaman untuk generasi yang akan datang,” ujar Eva.
Menurut Eva, KOPLING dihadirkan sebagai media sosialisasi dan edukasi digital yang diharapkan mampu membuat pesan-pesan lingkungan lebih mudah diterima berbagai lapisan masyarakat.
Ia menilai pendekatan melalui komik sangat relevan dengan karakter anak-anak saat ini yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat.
“Kami ingin edukasi lingkungan dimulai sejak dini. Anak-anak tidak hanya diajak mengetahui pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga dibiasakan melakukan tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan memahami pemilahan sampah yang baik dan benar,” terangnya.
Eva menambahkan, keterlibatan DLH Bangka Tengah dalam kegiatan karnaval menjadi bagian dari komitmen untuk terus mendekatkan pesan-pesan kepedulian lingkungan kepada masyarakat Kabupaten Bangka Tengah.
“KOPLING hari ini kami sosialisasikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial kita bersama. Kami berharap pesan yang dibawa KOPLING tidak berhenti di kegiatan pawai, tetapi bisa menjadi kebiasaan berkelanjutan yang tumbuh di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat,” ujarnya.
Dorong ASN Bergabung dalam Komunitas Pegiat Lingkungan
Berangkat dari inovasi Komik Peduli Lingkungan (KOPLING), DLH Bangka Tengah juga terus mendorong keterlibatan berbagai unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah untuk turut bergabung dalam Komunitas Pegiat Lingkungan (KOPLING).
Komunitas tersebut menjadi wadah bagi para ASN di Kabupaten Bangka Tengah untuk ikut mengambil bagian dan berperan dalam membangun kesadaran serta kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi-aksi nyata.
