Kesaksian Sang Kakek: Detik Terakhir Balita Al Zayan Meninggal di RSBT

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Keluarga almarhum Al Zayan bin Aripianto (5) mengungkap kronologi memilukan yang mereka alami saat cucu mereka dirawat di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang hingga akhirnya meninggal dunia, Jumat (30/8/2025) dini hari.

Dalam unggahan di media sosial, kakek almarhum menceritakan bahwa cucunya dibawa ke RSBT pada Kamis (29/8/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB karena mengalami muntah dan diare berulang kali. Di Unit Gawat Darurat (UGD), Al Zayan didiagnosis muntaber dan disarankan untuk dirawat inap.

 

“Setelah dipasang infus, cucu saya terus berak puluhan kali hingga infus lepas. Kami lapor, tapi hanya disuruh menunggu ruang rawat inap. Selama empat jam tidak ada tindakan, padahal kondisi cucu saya makin lemah. Ironisnya, ada perawat yang sibuk karaoke dengan handphone, sementara kami panik melihat keadaan anak,” tulis kakek almarhum.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Al Zayan baru dipindahkan ke ruang rawat inap lantai 6. Namun pelayanan disebut tetap minim. Keluarga bahkan harus menyiapkan sendiri bantal, selimut, dan perlengkapan dasar pasien.

“Kami sampaikan ke perawat kalau cucu saya masih berak terus, jawabannya hanya ‘itu biasa, nanti saja pasang infus lagi’. Tidak ada tindakan berarti sampai akhirnya kondisi cucu saya makin memburuk,” lanjutnya.

Pukul 04.00 WIB, kondisi Al Zayan semakin kritis. Bel darurat ditekan berkali-kali, namun tak ada perawat datang. Orang tua korban akhirnya turun ke UGD sambil berteriak histeris meminta pertolongan. Saat tim medis datang, tubuh bocah malang itu sudah kaku dan dingin.

“Dokter mengatakan anak saya meninggal bukan karena muntaber, melainkan karena paru-paru. Tapi sejak awal diagnosanya muntaber. Kalau memang paru-paru, seharusnya diopname dengan oksigen. Kami bingung dengan penjelasan yang berubah-ubah,” tulis kakek almarhum dengan nada kecewa.

Lebih menyedihkan lagi, keluarga mengaku tidak ada inisiatif dari pihak rumah sakit untuk membantu pemulangan jenazah. Mereka bahkan menunggu hampir dua jam hingga akhirnya mendapat bantuan ambulans dari Polresta Pangkalpinang.

“Kami pulang dengan hati hancur. Sampai sekarang pun surat keterangan kematian belum kami terima. Kami hanya ingin ada keadilan untuk cucu kami, Al Zayan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *