PANGKALPINANG, SEPUTARFAKTA — PT TIMAH (Persero) Tbk memperkuat Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) sebagai bagian dari upaya memastikan kegiatan operasional perusahaan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) berjalan aman, tertib, efektif, dan berkelanjutan.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Pembinaan Teknis Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional PT TIMAH (Persero) Tbk bersama jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda, Direktur Operasi PT TIMAH (Persero) Handy Geniardi, Ketua Tim Bimtek Persamaan Presepsi Tentang Sistem Manajemen Pengamanan Berdasarkan Perpol No.7/2019, Kombes Pol Norul Hidayat dan kepala Divisi di PT TIMAH di Ruang Rapat PT TIMAH, Senin (28/9/2026).
Direktur Operasi PT TIMAH (Persero) Tbk, Handy Geniardi, mengatakan, PT TIMAH memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan aman, tertib, efektif, dan berkelanjutan.
“Pengamanan bukan hanya tanggung jawab satu unit atau satu unsur, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, koordinasi, dan kesamaan pemahaman,” katanya.
Menurutnya, sistem Manajemen Pengamanan tidak boleh hanya berorientasi pada respons ketika terjadi gangguan. Menurutnya, lebih penting adalah mampu mencegah, meningkatkan kesiapsiagaan, merespons secara tepat, dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan.
Melalui pembinaan teknis ini diharapkan dapat menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, sekaligus memastikan sistem pengamanan yang telah dibangun dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah kerja PT TIMAH (Persero) Tbk, baik Area Bangka, Belitung, maupun Kundur.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual, tetapi menghasilkan langkah nyata dan perbaikan yang dapat langsung diimplementasikan di masing-masing unit kerja,”
Menurut Handy, proses bisnis perusahaan semakin dinamis membuat sistem pengamanan perusahaan perlu terus beradaptasi. Karena itu, penerapan SMP diarahkan agar semakin kuat, terintegrasi, terukur, dan mampu mengantisipasi berbagai potensi risiko.
“Sinergi antara PT TIMAH (Persero) Tbk dan jajaran Kepolisian menjadi bagian penting untuk memastikan perlindungan terhadap personel, aset, fasilitas, informasi, dan seluruh kegiatan operasional perusahaan. Dengan sinergi dan komitmen bersama, Sistem Manajemen Pengamanan PT TIMAH (Persero) Tbk dapat semakin efektif dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif, sehingga perusahaan dapat menjalankan operasional secara optimal dan memberikan kontribusi bagi perusahaan, masyarakat, dan kepentingan nasional,” katanya.
