FLS3N Bangka Barat 2026 Dibuka, Evi Astura: Keberanian Anak Tampil adalah Kemenangan

FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Tepuk tangan, senyum haru orang tua, dan langkah gugup anak-anak memenuhi Gedung Graha Aparatur Pemkab Bangka Barat, Senin (11/5/2026).

Di ruangan itu, pendidikan tidak hanya berbicara angka dan pelajaran di kelas, tetapi tentang keberanian seorang anak memperlihatkan bakat terbaiknya kepada dunia.

Di tengah semangat Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SD dan SMP Tingkat Kabupaten Bangka Barat 2026, Bunda PAUD Kabupaten Bangka Barat Evi Astura Markus secara resmi membuka kegiatan yang menjadi panggung lahirnya generasi kreatif “Sejiran Setason”.

Dengan suara hangat dan penuh keyakinan, Evi Astura menegaskan FLS3N bukan sekadar perlombaan mencari siapa yang paling hebat. Festival ini adalah ruang pendidikan karakter yang mengajarkan anak-anak tentang proses, keberanian, disiplin, dan cinta terhadap budaya bangsa.

“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, namun keberanian kalian untuk tampil dan berkarya adalah kemenangan yang sebenarnya,” ujar Evi Astura di hadapan peserta, guru, dan orang tua.

Kalimat itu disambut tepuk tangan hadirin. Sebagian orang tua tampak bangga melihat anak-anak mereka berdiri mengenakan pakaian lomba, membawa karya, puisi, tarian, dan mimpi yang selama ini mereka latih dalam diam.

Bagi Evi Astura, pendidikan tidak hanya dibangun melalui kemampuan akademik, tetapi juga lewat ruang-ruang ekspresi yang membuat anak tumbuh percaya pada dirinya sendiri. Ia menyebut FLS3N sebagai tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga halus budi pekertinya.

“Ini bukan hanya ajang kompetisi. Ada niat, ada ketekunan, ada keberanian dan semangat untuk menampilkan diri. Anak-anak yang sudah sampai di tingkat kabupaten sesungguhnya telah menorehkan prestasi terbaik melalui kerja keras mereka,” katanya.

Dalam pidatonya, Evi Astura memberikan penghormatan khusus kepada orang tua dan guru yang menjadi fondasi utama perjalanan anak-anak menuju panggung lomba.

“Terima kasih kepada ayah dan bunda yang telah mendukung anak-anaknya. Dalam keseharian, tentu butuh waktu untuk latihan. Saya sangat mengapresiasi kesabaran dan kasih sayang itu,” tuturnya.

“Terima kasih kepada guru-guru luar biasa yang telah mendukung dan membimbing anak-anak untuk tampil di lomba ini,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *