Dunia Usaha Dukung MTQH Babel 2026, Bangka Tengah Terima CSR Rp200 Juta

SEPUTARFAKTA, BANGKA TENGAH — Persiapan Kabupaten Bangka Tengah menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2026 mendapat dukungan dari dunia usaha. Dua perusahaan di bawah PT Arsari Tambang mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp200 juta untuk mendukung penyelenggaraan agenda keagamaan tersebut.

Dukungan itu masing-masing berasal dari PT Mitra Stania Bemban sebesar Rp100 juta dan PT Mitra Stania Kemingking sebesar Rp100 juta. Bantuan diserahkan secara simbolis di Ruang Rapat Bupati Bangka Tengah, Jumat (21/8/2026).

Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, mengatakan kontribusi dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan pemerintah daerah menyambut pelaksanaan MTQH tingkat provinsi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Mitra Stania Bemban dan PT Mitra Stania Kemingking atas kontribusi CSR sebesar Rp200 juta ini,” kata Efrianda.

Menurut dia, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan teknis dan operasional kegiatan, termasuk sarana, prasarana, serta berbagai kebutuhan pendukung penyelenggaraan MTQH.

Efrianda menegaskan MTQH bukan semata-mata kompetisi keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus ruang mempererat silaturahmi masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung.

“Sebagai tuan rumah, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Bantuan dana ini tentu sangat membantu panitia dalam menyiapkan sarana, prasarana, serta pembinaan para kafilah agar acara berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Ia juga mengajak perusahaan lain yang beroperasi di Bangka Tengah untuk ikut berkontribusi melalui program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, dukungan tersebut dapat diarahkan pada sektor keagamaan, pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bangka Tengah sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Bangka Tengah, Abdullah Adhari, menekankan bahwa esensi MTQH tidak berhenti pada kompetisi.

“Harapan kita, dengan pelaksanaan MTQ ini, Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita bisa dibaca oleh umat Islam, kemudian dipahami dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Abdullah.

Ia secara khusus berharap MTQH mampu menjadi instrumen pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an. Kedekatan tersebut, kata dia, bukan hanya dalam kemampuan membaca, tetapi juga memahami kandungan dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *