Mahasiswa KKN Universitas Pertiba Bentuk Bank Jelantah di Pasir Garam

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pertiba menginisiasi program edukasi pengelolaan minyak jelantah sekaligus membentuk Bank Jelantah di Kelurahan Pasir Garam, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Kamis (20/8/2026).

Program tersebut digagas untuk mendorong masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi sumber tambahan pendapatan.

Ketua Kelompok KKN Universitas Pertiba, Aylen Chia, mengatakan minyak jelantah masih kerap dianggap sebagai limbah biasa oleh masyarakat. Padahal, jika dibuang ke saluran air maupun lingkungan, limbah tersebut dapat menimbulkan persoalan lingkungan.

Karena itu, mahasiswa KKN mendorong masyarakat mulai mengumpulkan minyak jelantah untuk kemudian dikelola melalui Bank Jelantah yang dibentuk di wilayah tersebut.

“Program minyak jelantah ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN Universitas Pertiba terhadap lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga. Kami melihat bahwa minyak jelantah masih sering dianggap sebagai limbah biasa, padahal jika dibuang sembarangan dapat menimbulkan persoalan bagi lingkungan,” ungkap Aylen.

Inisiatif tersebut mendapat dukungan dari Kelurahan Pasir Garam. Sekretaris Lurah Pasir Garam, Choppy Ismanto atau yang akrab disapa Bang Coppy, menilai pengelolaan minyak jelantah memiliki manfaat ganda bagi masyarakat.

Menurutnya, selain membantu mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan, minyak jelantah yang dikumpulkan juga memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan tambahan penghasilan bagi warga.

“Potensi bank jelantah ini sangat besar pengaruhnya. Selama ini ibu-ibu rumah tangga banyak yang tidak tahu kalau minyak jelantah punya nilai jual dan akhirnya terbuang begitu saja. Alhamdulillah, sejak ada edukasi dari adik-adik KKN, masyarakat dan pelaku UMKM di Pasir Garam jadi paham kalau minyak jelantah ini berpotensi menambah penghasilan untuk beli minyak baru di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” ujar Choppy.

Ia mengatakan, keberadaan mahasiswa KKN Universitas Pertiba hingga memasuki minggu ketiga juga memberikan manfaat melalui sejumlah program lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *