Benchmarking SMK Batam Perkuat Sinergi Industri, Kemendikdasmen Dorong Lulusan Siap Kerja

FAKTA BERITA, BATAM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus memperkuat pendidikan vokasi dengan memperluas kolaborasi antara SMK dan dunia usaha serta dunia industri (DUDI). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Benchmarking SMK Batam yang diikuti 131 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMK dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Kota Batam.

Kegiatan yang berlangsung pada 24–25 Juli 2026 ini bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai kebutuhan industri terhadap tenaga kerja, sehingga sekolah dapat menyesuaikan proses pembelajaran dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Kepala Bengkel Astra Daihatsu Batam, Andi Suprapto, mengatakan industri membutuhkan lulusan yang telah memiliki kompetensi dasar, terutama pada bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan body repair. Dengan bekal tersebut, proses pelatihan di perusahaan dapat berjalan lebih efektif.

“Yang kami butuhkan adalah lulusan yang sudah memiliki kemampuan dasar sehingga proses pendidikan dan pelatihan di perusahaan tidak membutuhkan waktu terlalu lama,” ujar Andi.

Selain tenaga teknis, Astra Daihatsu Batam juga membutuhkan lulusan Administrasi Bisnis untuk mengisi kebutuhan administrasi pergudangan yang terus meningkat seiring berkembangnya kawasan industri di Batam. Andi berharap semakin banyak peserta didik SMK memperoleh kesempatan magang sebagai jembatan menuju dunia kerja.

Dukungan serupa disampaikan Manajer Virtual Learning PT Labtech Penta Internasional, Ferry. Menurutnya, program Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi sarana penting bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman kerja nyata sekaligus meningkatkan kompetensi.

“Program ini sangat baik karena memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Dari sisi sekolah, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran menjadi perhatian utama. Kepala SMKS Kafilul Yatim Aceh Utara, Fakhrurrazi, mengungkapkan masih banyak peralatan praktik di industri yang belum dimiliki sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *