FAKTA BERITA, BANGKA SELATAN – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi peningkatan produktivitas pertanian di berbagai daerah melalui program Brigade Pangan (BP).
Di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung program ini telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan terbentuknya 33 Brigade Pangan yang siap mendongkrak ketahanan pangan dan menciptakan lapangan kerja baru.
Kepala Bidang Pertanian Kabupaten Bangka Selatan, Joe Roberto Sihombing, menjelaskan bahwa Brigade Pangan merupakan inisiatif strategis untuk memodernisasi sektor pertanian.
“Program Brigade Pangan bertujuan utama untuk memperkuat ketahanan pangan, mewujudkan swasembada pangan, dan menciptakan lapangan kerja baru, khususnya melalui partisipasi aktif petani milenial,” ujar Joe Roberto Sihombing pada Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, Dukungan Kementan terhadap Brigade Pangan di Bangka Selatan sangat konkret, terbukti dengan penyediaan berbagai Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern. Alsintan yang sudah diterima meliputi Traktor Roda 2, Traktor Roda 4, Rotavator, Pompa Air, dan Combine Harvester.
“Alsintan ini sangat vital dalam mendukung keseluruhan proses pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga panen,” ungkap Joe Roberto.
Dikatakan dia, Selain dukungan Alsintan, Brigade Pangan juga aktif mengembangkan pola kemitraan dengan kelembagaan petani lokal, seperti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau petani perorangan.
“Kami tidak hanya mengandalkan alsintan semata. Brigade Pangan berperan sebagai inisiator dan fasilitator, mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan, proses produksi, hingga pascapanen,” tambah Joe Roberto Sihombing.
Kehadiran Brigade Pangan diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan intensitas dan produktivitas pertanaman padi di Bangka Selatan.
“Dengan pengelolaan lahan yang lebih optimal dan penerapan teknologi modern, kami optimis dapat meningkatkan IP dari semula satu kali tanam per tahun (IP 100) menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun (IP 200–300),” pungkasnya.
Peningkatan IP ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi padi, tetapi juga pada kesejahteraan petani dan penguatan sektor pertanian secara keseluruhan di Bangka Selatan.
