WALHI dan Warga Batu Beriga Masih Ragu, Komitmen DPRD Babel Ditunggu hingga 21 Oktober

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis dan warga Desa Batu Beriga masih meragukan realisasi komitmen DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setelah aksi demonstrasi terkait perlindungan wilayah pesisir Batu Beriga, Senin (21/9/2026). Meski DPRD Babel telah menandatangani lima poin komitmen, massa meminta bukti nyata hingga batas waktu yang telah disepakati.

Aksi yang digelar di depan Kantor DPRD Babel tersebut diikuti ratusan massa dari Koalisi Sipil untuk Keadilan Ekologis. Massa membawa isu keadilan ekologis dengan tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antar Generasi”, sekaligus menyampaikan tuntutan terkait aktivitas pertambangan di perairan Batu Beriga dan rencana pembangunan PLTN di Pulau Gelasa.

Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Kepulauan Bangka Belitung, Regi Yoga Pratama, mengatakan pihaknya belum dapat langsung mempercayai komitmen DPRD yang dituangkan dalam dokumen tertulis. Menurutnya, persoalan Batu Beriga sebelumnya telah berulang kali disampaikan melalui jalur komunikasi dan surat resmi.

“Sebenarnya kami dari Koalisi Sipil cukup ragu dengan statement mereka. Sejak awal mereka selalu jualan jargon ‘membela rakyat’ dan ‘mendukung’. Surat permintaan kepastian perlindungan wilayah kelola rakyat di Beriga sudah kami kirimkan lima sampai enam kali, tetapi tidak pernah ditanggapi,” kata Regi.

Menurut Regi, tidak adanya respons terhadap surat yang telah disampaikan menjadi salah satu alasan warga dan kelompok masyarakat sipil memilih menyampaikan aspirasi melalui aksi massa.

“Kami menganggap pemerintah ini bebal, tidak bisa dikasih tahu dengan surat atau kata-kata halus, makanya kami harus datang langsung,” ujarnya.

Keraguan serupa disampaikan perwakilan perempuan nelayan Batu Beriga, Siti. Ia mengatakan penandatanganan komitmen tersebut belum dapat dianggap sebagai hasil akhir karena masih terdapat waktu satu bulan untuk membuktikan pelaksanaannya.

“Belum puas, dikarenakan hasilnya belum sebenar-benarnya berhasil. Kan harus nunggu sebulan kemudian. Nah, sebulan kemudian itu iya kalau mereka tidak bohong. Kalau mereka bohong seperti yang lalu-lalu, tentu kami belum puas,” kata Siti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *