Transformasi Disperindagkop-UKM Bangka Tengah: Tiga Inovasi Perkuat UMKM dan Tingkatkan Pelayanan Publik Berkualitas

FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Transformasi digital di sektor pemerintahan saat ini tidak lagi dimaknai sebatas pemanfaatan perangkat teknologi informasi, melainkan sebagai instrumen untuk membangun tata kelola pelayanan publik yang lebih presisi, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kamis (6/8/2026).

Semangat dan komitmen tersebut menjadi pijakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Bangka Tengah dalam menghadirkan berbagai program inovatif yang mengintegrasikan digitalisasi dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

Melalui tiga inovasi unggulan, yakni RANTING EMAS, JAKET UMKM, dan KEDAI DIGITAL UMKM, Disperindagkop-UKM tidak hanya memperluas akses layanan publik, tetapi juga membangun fondasi ekonomi Kabupaten Bangka Tengah yang lebih tangguh, inklusif, dan berbasis data.

Ketiga program Disperindagkop-UKM tersebut merepresentasikan perubahan paradigma birokrasi dari sekadar pelayanan administratif menuju pelayanan publik yang bersifat preventif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Kepala Disperindagkop-UKM Kabupaten Bangka Tengah, Irwandi, yang akrab disapa Beben, mengatakan transformasi digital yang dijalankan pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tidak boleh berhenti pada penggunaan teknologi semata, melainkan diarahkan untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif sekaligus memperkuat daya saing ekonomi masyarakat.

“Transformasi digital yang kami bangun tidak semata-mata berbicara mengenai penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih presisi, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Digitalisasi harus menjadi instrumen yang memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Bangka Tengah,” ujar Beben.

Menurutnya, setiap inovasi yang dikembangkan memiliki karakteristik dan sasaran yang berbeda, namun seluruhnya dirancang dalam satu ekosistem pembangunan yang saling terintegrasi.

“RANTING EMAS memastikan akurasi alat ukur sebagai bagian penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting. JAKET UMKM memberikan perlindungan sosial agar pelaku usaha memiliki rasa aman dalam menjalankan usahanya.

Sementara KEDAI DIGITAL UMKM kami hadirkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Ketiganya merupakan satu kesatuan dalam menciptakan UMKM yang produktif, terlindungi, dan berdaya saing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Beben menuturkan salah satu inovasi yang memiliki dampak strategis di sektor kesehatan adalah RANTING EMAS (Tera Ulang Anti Stunting ke Puskesmas) yang dikembangkan oleh UPTD Pelayanan Metrologi Legal Kabupaten Bangka Tengah.

“Program ini lahir dari kesadaran bahwa akurasi alat ukur berat badan merupakan komponen fundamental dalam menentukan status gizi balita. Kesalahan sekecil apa pun dalam proses pengukuran berpotensi memunculkan bias data yang berdampak pada kualitas kebijakan penanganan stunting,” terangnya.

Beben mengungkapkan, melalui RANTING EMAS, seluruh timbangan yang digunakan di puskesmas maupun posyandu, dilakukan tera ulang sesuai standar metrologi legal. Sehingga hasil pengukuran memiliki tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *