Tanggapi Molen, Prof. Udin: Insyaallah, Saya Pemimpin yang Bisa Cari Duit

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Calon Wali Kota Pangkalpinang nomor urut 3, Prof. Saparudin (Prof. Udin), menyoroti belum optimalnya pembangunan drainase vertikal dan kolam retensi dalam penanganan banjir saat debat publik Pemilihan Ulang Wali Kota Pangkalpinang di Aston Emidary Bangka Hotel, Jumat (8/8/2025) malam.

Menjawab pertanyaan panelis soal pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, Prof. Udin menyebut Pangkalpinang sudah memiliki drainase horizontal berupa Sungai Rangkui, namun kekurangan sistem drainase vertikal yang memadai. Ia menegaskan program penanganan banjir sudah dirancang sejak lama, tetapi belum dijalankan secara maksimal.

“Pangkalpinang ini sudah mempunyai drainase horizontal yaitu Sungai Rangkui, akan tetapi kita tidak punya drainase vertikal. Program ini sudah ada, cuma belum dijalankan, sama halnya dengan kolam retensi, sudah dari bertahun lalu direncanakan tapi belum juga dibangun secara optimal,” ujarnya.

Calon nomor urut 2, Maulan Aklil (Molen), menanggapi bahwa persoalan infrastruktur sangat bergantung pada kemampuan anggaran daerah.

Ia menjelaskan PAD Pangkalpinang saat ini sekitar Rp212 miliar, dengan alokasi belanja langsung dan tidak langsung menyisakan sekitar Rp100 miliar untuk infrastruktur.

“Kalau mau infrastruktur bagus untuk menangani banjir, kita pilih pemimpin yang bisa cari duit,” kata Molen.

Dengan nada santai, Prof. Udin membalas pernyataan tersebut dan optimistis mampu meningkatkan PAD kota jika terpilih memimpin.

“Insyaallah, Pak Molen, saya calon wali kota yang bisa nyari duit,” tutur Prof. Udin.

Sesi ini menjadi salah satu momen yang menonjol dalam debat, memperlihatkan perbedaan pandangan seluruh kandidat dalam membenahi infrastruktur dasar Pangkalpinang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *