FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Pesta Adat Sedekah Kampong Kundi Bersatu Tahun 2026 kembali digelar di Balai Adat Kundi Bersatu, Desa Bukit Terak, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (6/9/2026).
Tradisi yang melibatkan masyarakat dari tiga desa, yakni Desa Kundi, Desa Bukit Terak dan Desa Air Menduyung, tersebut menjadi momentum untuk menjaga warisan adat sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat dalam lingkup wilayah Jering.
Puncak kegiatan dihadiri Bupati Bangka Barat Markus S.H., Wakil Bupati Bangka Barat H. Sukirman, jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, unsur Forkopimcam Simpang Teritip, para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga Kundi Bersatu.
Ketua Panitia Pelaksana Sedekah Kampong Kundi Bersatu Tahun 2026, Antoni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi warisan leluhur yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menurutnya, Sedekah Kampong juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat dan keluarga setelah menjalani rangkaian aktivitas pertanian.
“Sedekah Kapong Kundi Bersatu merupakan tradisi luhur warisan nenek moyang kita sebagai wujud manifestasi rasa syukur kepada Sang Pencipta setelah melakukan panen lada (sahang) dan memulai menanam padi di ladang,” kata Antoni dalam sambutannya.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Menyambung Tali Silaturahmi, Bersama Menjaga Adat Budaya”, dengan slogan “Betepoh Bedapet Ngejage Adet.”
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu (5/9/2026) hingga Senin (7/9/2026). Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari ritual adat Pamet sebagai bentuk pembersihan kampung dan tolak bala, arak-arakan budaya, pertunjukan tari sambutan dan tari kolosal, pencak silat tradisional hingga hiburan rakyat.
Kegiatan dipusatkan di Balai Adat Desa Kundi Bersatu di Desa Bukit Terak dan Lapangan Sepak Bola Mutiara, Desa Kundi.
Panitia menyebut total kebutuhan anggaran penyelenggaraan mencapai Rp162,92 juta, yang digunakan untuk kebutuhan panggung, konsumsi masyarakat termasuk pembuatan dudul sekawah, pakaian dan kereta adat, keamanan serta operasional sanggar kesenian lokal.
Sementara itu, Bupati Bangka Barat Markus S.H. dalam sambutannya menegaskan bahwa Sedekah Kampong Kundi Bersatu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai budaya yang perlu dipertahankan dan dikembangkan.
Markus menyampaikan, Sedekah Kampong Kundi Bersatu telah tercatat dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025–2029 pada kategori adat istiadat.
Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong agar tradisi tersebut mendapatkan perlindungan dan dikembangkan lebih jauh sebagai salah satu objek wisata budaya daerah.
“Ini bukan hanya kegiatan tahunan, tetapi bagian dari kekayaan budaya yang harus kita jaga dan kembangkan,” ujar Markus.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Bangka Barat mengalokasikan bantuan sebesar Rp40 juta untuk fasilitasi Pesta Adat Kundi Bersatu pada 2026.
Selain itu, Pemkab Bangka Barat menyiapkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan adat yang tersebar di wilayah Kabupaten Bangka Barat.
