FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat, Markus S.H., angkat bicara terkait pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Dusun Tumbak, Desa Tumbakpetar, Kecamatan Jebus, yang menjadi sorotan masyarakat menyusul dugaan pembabatan kawasan hutan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Buton.
Persoalan tersebut sebelumnya telah dilaporkan secara resmi oleh masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Mereka meminta agar pemerintah bersama instansi terkait membentuk tim terpadu untuk turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas pembangunan dan dugaan kerusakan lingkungan di kawasan tersebut.
Menanggapi persoalan itu, Bupati Markus mengatakan pihaknya akan mengundang seluruh pihak terkait untuk duduk bersama dan mencari penyelesaian terbaik.
“Nanti kami akan mengundang para pihak. Kita akan melakukan rapat audiensi untuk mencari jalan yang terbaik,” kata Markus melalui pesan WhatsApp, Sabtu (5/9/2026) malam.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul laporan mengenai kondisi kawasan di sekitar Sungai Buton yang diduga mengalami perubahan akibat aktivitas pembangunan PKS.
Berdasarkan laporan dan pantauan sebelumnya, sejumlah pohon berukuran besar di kawasan tersebut disebut telah hilang. Selain itu, sebagian aliran sungai diduga mulai dikeruk dan pada sejumlah titik ditemukan pemasangan tanggul serta pipa berukuran sekitar 12 inci.
Aktivitas tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi ekosistem sungai, kawasan hutan, serta keanekaragaman hayati di sekitar DAS Buton.
Namun, dugaan pelanggaran maupun tingkat kerusakan lingkungan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan verifikasi lapangan oleh instansi berwenang.
Masyarakat Minta Tim Terpadu Turun
Tokoh masyarakat Dusun Tumbak, Muhammad Qosim Thaha Al Fatih, mengatakan pihaknya telah menyampaikan pengaduan tertulis kepada Bupati Bangka Barat sejak 29 Juli 2026.
