Pulau Gelasa di Ambang Kepunahan Ekologis: Siapa yang Mengendalikan Destructive Fishing?

FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Ekosistem terumbu karang di perairan Pulau Gelasa kini berada dalam kondisi darurat akibat maraknya praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan potasium sianida (potas) dan bom, yang diduga dilakukan sejumlah nelayan dari Kurau dan Selat Nasik. Aktivitas merusak ini telah menghancurkan hamparan karang dan mengancam sumber penghidupan nelayan lokal, Sabtu (15/11/2025).

Komunitas pecinta laut dari Yayasan Peduli Terumbu Karang Bangka Belitung (LEPU) mengungkapkan bahwa praktik destructive fishing tersebut telah berlangsung secara masif. Modus para pelaku kerap disamarkan sebagai aktivitas “menembak ikan” menggunakan kompresor. Namun temuan di lapangan menunjukkan bahwa mereka lebih dulu menyemprotkan potas racikan ke dasar karang untuk membuat ikan mabuk dan mudah ditombak.

“Pola ini menutupi tindakan mereka sebagai penembak ikan biasa, padahal faktanya penyemprotan racun dilakukan langsung di area terumbu karang,” ujar salah satu anggota LEPU.

Lebih parah lagi, sejumlah pelaku diketahui menggunakan bom rakitan. Ledakan bom tak hanya melumpuhkan ikan dalam jumlah besar, tetapi juga menghancurkan struktur karang yang membutuhkan ratusan tahun untuk pulih. Di beberapa titik penyelaman, LEPU menemukan hamparan karang mati bak padang tandus di bawah laut Gelasa.

“Sudah banyak spot karang mati akibat bom. Dampaknya luas dan merusak semua habitat terumbu karang,” tegas Erwin, Ketua LEPU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *