FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Usai menunaikan ibadah Subuh berjamaah, Prof Saparudin menyempatkan diri menyapa pedagang dan pengunjung Pasar Induk Pangkalpinang yang dulu dikenal sebagai Pasar Pembangunan, di Kota Pangkalpinang, kamis (3/7/2025).
Dalam suasana pasar yang mulai sibuk, Prof Udin—sapaan akrabnya—berjalan menyusuri lorong-lorong pasar, menyapa para pedagang dengan ramah. Ia tampak berbincang langsung dengan pedagang sayuran, bumbu dapur, ikan segar, hingga pembeli yang sedang berbelanja kebutuhan harian.
“Semoga sehat selalu ya, semoga jualannya lancar hari ini,” ucapnya sembari tersenyum dan menyalami seorang pedagang.
Di sela obrolan hangat, beberapa pedagang menyampaikan keluhan dan harapan mereka. Salah satunya soal area parkir dan saluran air pasar yang sering tergenang saat hujan.
“Kalau hujan air sering naik ke dalam, parkir juga mohon ditata lebih baik, Prof,” ujar Imo, seorang pembeli yang turut menyapa Prof Udin.
Menanggapi itu, Prof Udin mengaku telah mencatat masukan yang disampaikan. Ia menyebut pasar sebagai denyut nadi ekonomi rakyat yang perlu ditata dengan baik, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga dari pengelolaan dan fungsinya sebagai ruang interaksi sosial.
“Pasar itu bukan hanya tempat jual beli, tapi juga tempat masyarakat bertemu, berdiskusi, bahkan menjaga budaya lokal. Ini yang harus kita hidupkan kembali,” ujarnya.
Prof Udin juga menekankan pentingnya menjadikan pasar sebagai ruang publik yang nyaman, bersih, dan tertib. Menurutnya, penataan pasar adalah bagian dari upaya besar untuk memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, serta memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah.
Kunjungan pagi itu menjadi bagian dari kebiasaan Prof Udin dalam menyerap aspirasi warga langsung dari lapangan. Tanpa pengawalan berlebihan, ia hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ingin mendengar langsung dan menyiapkan langkah-langkah perbaikan berbasis kebutuhan nyata warga.
