FAKTA BERITA, PANGKALPINANG — Bakal Calon Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif atau yang akrab disapa Prof. Udin, menggelar silaturahmi hangat bersama jajaran pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis sore (10/7/2025).
Pertemuan berlangsung di salah satu kafe di Kota Pangkalpinang, membahas upaya bersama dalam menjaga moral dan masa depan generasi muda.
Ketua DMI Babel, Ustaz H.M. Rasyid Ridho, secara terbuka menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sosial remaja saat ini. Ia menyoroti meningkatnya kasus HIV, pelecehan seksual, pornografi, dan seks bebas di Pangkalpinang yang dinilai sudah pada tahap darurat moral.
“Berdasarkan data hasil koordinasi dengan IDI dan DPD RI melalui Ustaz Zuhri, sudah ada sekitar 1.000 pasien HIV yang datang ke dokter. Itu baru yang terdata. Belum lagi kasus kekerasan seksual dan penyimpangan perilaku yang makin mengkhawatirkan,” ungkap Ustaz Rasyid.
Sebagai bentuk respons, DMI Babel berencana mengaktifkan kembali peran masjid sebagai pusat dakwah dan pembinaan generasi muda, dengan pendekatan yang lebih langsung ke tengah masyarakat.
“Kami akan turun ke masjid-masjid, menyampaikan dakwah yang membumi dan menyentuh langsung persoalan remaja. Masyarakat harus diedukasi bersama agar masjid kembali menjadi pusat penjaga akhlak,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Udin menyampaikan dukungan penuh atas langkah DMI Babel. Ia menilai peran tokoh agama dan lembaga keagamaan seperti DMI sangat strategis dalam membentuk peradaban masyarakat yang sehat secara moral.
“Saya sangat mengapresiasi langkah DMI Babel. Silaturahmi ini bukan hanya ajang pertemuan biasa, tapi bagian penting dari ikhtiar kita bersama dalam membangun Kota Pangkalpinang yang tidak hanya maju secara fisik, tapi juga kokoh secara moral dan spiritual,” ujar Prof. Udin.
Silaturahmi ini menjadi ruang diskusi terbuka antara tokoh agama dan calon pemimpin, menyatukan komitmen untuk menjadikan masjid sebagai benteng terakhir dalam melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Prof. Udin dan DMI Babel sepakat bahwa pembangunan kota harus dibarengi dengan pembinaan akhlak dan karakter, agar Pangkalpinang tumbuh sebagai kota yang ramah, beradab, dan berpihak pada masa depan anak-anaknya.
