FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat akan menerjunkan tim terpadu ke lokasi rencana pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) untuk melakukan verifikasi faktual terkait aktivitas dan kesiapan investasi tersebut.
Langkah itu disepakati dalam audiensi dan pemanggilan penyelesaian aspirasi terkait rencana pembangunan pabrik CPO yang digelar di Kantor Pemerintah Kabupaten Bangka Barat. Pertemuan tersebut mempertemukan Pemkab Bangka Barat, perwakilan masyarakat Desa Kasiem yang diwakili Pak Kasim bersama tim, serta pihak perusahaan yang dihadiri Direktur Bambang dan Komisaris Ahon.
Bupati Bangka Barat Markus, menegaskan pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung investasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, dukungan terhadap investasi tetap harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.
“Investasi kita dukung karena tentu untuk membuka lapangan pekerjaan dan memajukan daerah. Tetapi jangan sampai pelaksanaannya justru merugikan masyarakat atau menimbulkan disharmonisasi sosial,” demikian poin sikap Pemkab dalam audiensi tersebut.
Dalam pertemuan itu terungkap bahwa rencana pembangunan pabrik CPO tersebut diproyeksikan berdiri di atas lahan sekitar 30 hektare yang telah disiapkan atau dibebaskan.
Sementara itu, pihak perusahaan menyampaikan bahwa proses pengajuan perizinan resmi baru dilakukan. Adapun aktivitas yang telah berlangsung di lapangan saat ini disebut masih sebatas penataan atau pematangan lahan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang akan diverifikasi langsung oleh pemerintah daerah sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
