Kiprah Akademik Diakui, Prof. Udin Diundang UNIDA Gontor dalam Asesmen Doktoral Aqidah dan Filsafat Islam

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG — Komitmen Prof. Saparudin terhadap dunia keilmuan kembali mendapat pengakuan nasional. Tokoh intelektual muda asal Bangka Belitung yang akrab disapa Prof. Udin ini, secara resmi diundang oleh Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor untuk menghadiri kegiatan asesmen lapangan Program Studi Doktor Aqidah dan Filsafat Islam.

Undangan tersebut datang langsung dari Direktur Program Pascasarjana UNIDA Gontor, Assoc. Prof. Dr. Mohammad Kholid Muslih, Lc., M.A., sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi keilmuan Prof. Udin yang dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan pemikiran Islam kontemporer, khususnya dalam disiplin aqidah dan filsafat.

Agenda akademik tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 15 Juli 2025 (19 Muharram 1447 H) di Hall Senat UNIDA Gontor, kampus yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam unggulan di Indonesia.

Sebagai mahasiswa Program Doktoral, kehadiran Prof. Udin dalam asesmen ini bukan sekadar formalitas. Ia diminta hadir sebagai representasi dari sivitas akademika yang dinilai aktif mendorong kualitas intelektual kampus. Pengakuan ini memperkuat rekam jejak Prof. Udin sebagai sosok yang tak hanya bergerak dalam politik elektoral, namun juga memiliki pijakan kuat di dunia akademik.

Dalam keterangannya, Prof. Udin menegaskan bahwa kepemimpinan sejati harus dibangun di atas fondasi ilmu, akhlak, dan visi yang mencerahkan. Hal ini sejalan dengan misinya membangun Kota Pangkalpinang sebagai kota yang cerdas secara kebijakan dan berkarakter dalam nilai.

“Ilmu adalah cahaya dalam kepemimpinan. Tanpa dasar keilmuan dan nilai, kebijakan hanya akan jadi rutinitas tanpa arah. Insya Allah, Pangkalpinang ke depan akan kita tata dengan visi intelektual, spiritual, dan sosial yang saling menguatkan,” ujar Prof. Udin.

Undangan dari UNIDA Gontor ini menjadi semacam legitimasi moral dan intelektual di tengah kontestasi Pilkada Pangkalpinang 2024. Ia tidak hanya hadir sebagai calon pemimpin dengan gagasan segar, tetapi juga sebagai sosok pembelajar yang terus mengasah diri demi kemaslahatan yang lebih luas.

Langkah Prof. Udin menuju Pilkada pun kian kokoh — dengan membawa narasi perubahan berbasis ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kepemimpinan yang bersandar pada integritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *