Ketahanan Stok Cabai Babel 2025 Terpantau Tipis, Pemprov Siapkan Langkah Penguatan Pasokan

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis hasil analisis terbaru mengenai ketersediaan dua komoditas strategis—cabai rawit dan cabai besar—untuk tahun 2025. Hasilnya, meski secara total ketersediaan kedua komoditas ini masih mencukupi, tingkat ketahanan stok keduanya tergolong sangat rentan. Cabai rawit tercatat hanya memiliki ketahanan stok selama 8 hari, sementara cabai besar jauh lebih rendah, hanya 2 hari. Kondisi ini menunjukkan tingginya potensi gejolak harga apabila terjadi gangguan cuaca, distribusi atau lonjakan kebutuhan, kamis (20/11/2025).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Sulastri, menegaskan bahwa tipisnya ketahanan stok cabai menjadi salah satu perhatian utama pihaknya sepanjang tahun 2025.

“Ketahanan stok cabai rawit kita hanya 8 hari, sedangkan cabai besar lebih mengkhawatirkan lagi karena hanya 2 hari. Artinya sedikit saja terjadi gangguan di lapangan, dampaknya langsung terasa pada harga,” ujarnya.

Untuk cabai rawit, stok awal tahun 2025 tercatat sebesar 235,45 ton, merupakan stok akhir 2024 setelah memperhitungkan susut hingga 75 persen. Perkiraan produksi cabai rawit Babel mencapai 6.215,11 ton, ditambah pasokan impor sepanjang Januari–Oktober berdasarkan data distributor dan impor November–Desember berdasarkan rata-rata dua tahun terakhir. Total kebutuhan cabai rawit masyarakat Babel pada 2025 mencapai 4.572,81 ton, terdiri dari konsumsi rumah tangga, kebutuhan horeka, PKL, hingga industri.

“Konsumsi masyarakat Babel terhadap cabai rawit cukup tinggi, sejalan dengan karakter kuliner kita yang identik dengan cita rasa pedas. Sektor horeka dan warung makan juga berkembang pesat sehingga memengaruhi permintaan,” terang Sulastri.

Kenaikan kebutuhan pada periode hari besar keagamaan nasional (HBKN)—Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal-Tahun Baru—membuat pasokan cabai rawit semakin rentan terganggu.

Situasi cabai besar lebih kritis dibandingkan cabai rawit. Stok awal 2025 tercatat 322,04 ton, juga dihitung setelah susut 75 persen. Perkiraan produksi cabai besar tahun 2025 mencapai 4.939,32 ton.

Namun total kebutuhan masyarakat Babel berada di angka 4.549,15 ton—nyaris menyamai ketersediaan. Kebutuhan dihitung berdasarkan konsumsi rumah tangga sebesar 2,023 kg per kapita per tahun, ditambah kebutuhan horeka (25 persen dari konsumsi rumah tangga) dan kebutuhan industri (20 persen). Dengan jumlah penduduk 1.550.821 jiwa, kebutuhan cabai besar secara agregat sangat tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *