Hasil Tangkapan Menyusut, Nelayan Sukal Harap Bantuan Alat Tangkap dan Perbaikan Dermaga

FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Kondisi pendapatan udang bagi nelayan di Dusun Sukal, Desa Belolaut, Kecamatan Mentok saat ini mulai perlahan menyusut. Hal ini disebabkan lantaran musim udang sudah memasuki masa penghujung.

Memang, paling lama musim udang ini berlangsung selama 2 bulan. Demikian disampaikan oleh salah seorang nelayan di Dusun Sukal, M Tama (40). Pria yang juga menjabat Ketua RT 03 Dusun 1 Sukal, Desa Belolaut tersebut membenarkan kondisi itu.

“Kondisi cuaca juga mempengaruhi ya saat ini panas dan angin kencang. Kalau awal-awal musim kemarin agak lumayan di bulan 6 dan 7. Masih lumayan itu dapat 10 kilo satu orang udang. Sekarang ini paling banyak 4 sampai 5 kilo, kalau normalnya 2 kilo,” ujarnya, Senin (24/8/2026) pagi.

Ia mengatakan, dari sisi harga, dirinya mengaku tidak ada persoalan dan bisa dikatakan stabil di angka Rp40 ribu per kilogramnya. Hanya saja, harga tersebut sudah lama tidak ada perubahan. Tidak ada kenaikan bahkan malah turun di angka Rp20 ribu lebih.

“Justru sempat waktu banyak kemarin, murah harganya Rp30.000 waktu itu. Malahan Rp20.000 lebih per kilo. Tapi sekarang ini lumayan bagus, cuma itu tadi lah. Nggak naik-naik, dan agak kurang hasilnya,” kata Tama.

Ia mengatakan, rata-rata nelayan Sukal menjual hasil laut kepada pengepul lokal yang berada tidak jauh dari dermaga nelayan. Dari pengepul bernama Martin tersebut, udang tersebut dijual kembali ke tengkulak mengingat barang juga tidak begitu banyak.

“Kalau kita ini biasanya mencari udang A, udang pink. Tapi kalau sekarang ini udang A itu jarang. Udang A itu paling dapat kita 1 sampai 2 ons. Udang A itu yang udang burung orang sebut kan. Udang pink yang agak lumayan kalau banyak dapat, harganya agak tinggi sebenarnya itu. Cuma hasilnya agak kurang sekarang,” katanya.

Ia mengaku, tidak ada kendala lain yang dihadapi nelayan Sukal saat ini dalam hal pendapatan selain kondisi alam.

“Macam-macam yang kita cari. Jaring bawal ada, jaring kepiting ada, jaring udang ada, jaring ikan ada. Tergantung musim, misalnya musim udang ini sudah agak kurang, ubah posisi. Jaring kepiting pula. Misal ada bawal, jaring bawal pula,” katanya.

“Kita siapkan semua jaring itu. Beda jaring yang kita bawa sesuai musim. Sekarang ini musim bawal, kita pakai bawal. Misal kena bawal, kita bawal. Kalau ini agak kurang udang. Ini sudah banyak jaring kepiting kawan-kawan bawa ke laut,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *