Bupati Markus Lantik Tiga Kepala OPD Baru, Tekankan Kinerja, Loyalitas dan Gerak Cepat

FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Bupati Bangka Barat Markus, S.H. meminta tiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru dilantik segera beradaptasi dan bergerak cepat menjalankan tugas pemerintahan.

Pesan tersebut disampaikan Markus usai memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), serta pengukuhan pejabat administrator, pengawas dan pejabat fungsional tertentu di Gedung Graha Aparatur Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Selasa (8/9/2026).

Markus menegaskan, birokrasi daerah tidak boleh berjalan lambat. Para pejabat yang baru dipercaya harus mampu menerjemahkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati ke dalam program kerja yang konkret dan memberikan dampak bagi masyarakat.

«“Cepat beradaptasi dan bergerak cepat. Karena kan kita tahu ya, kita harus memiliki birokrasi yang cepat bergerak dan melayani,” ujar Markus.»

Ia mengatakan, pesan tersebut telah disampaikan secara langsung kepada tiga kepala OPD yang baru dilantik. Menurutnya, mereka harus menjaga kepercayaan dan menjalankan amanah jabatan dengan sebaik-baiknya.

Pengangkatan Bukan Hanya Berdasarkan Nilai Pansel

Terkait proses pemilihan tiga kepala OPD tersebut, Markus menjelaskan bahwa seluruh nama yang dipilih berasal dari tiga besar hasil seleksi yang diusulkan panitia seleksi (Pansel).

Proses seleksi JPTP dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017.

Pelaksanaan seleksi tersebut telah mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Surat Nomor 43265/R-AK.02.03/SD/F/2026 tertanggal 24 Agustus 2026.

Markus menyebut, perbedaan nilai antarkandidat relatif tipis. Namun, keputusan akhir memilih satu dari tiga nama merupakan kewenangan Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Yang tiga orang ini kan sudah yang terbaik yang diusulkan oleh pansel kepada Pak Bupati. Tentunya itu hak dari PPK,” katanya.

Menurut Markus, penilaian seorang calon pejabat tidak semata-mata didasarkan pada hasil tes, makalah maupun pemaparan ketika mengikuti seleksi.

Sebagai PPK, ia juga mempertimbangkan rekam jejak, kinerja selama bertugas, loyalitas serta pengalaman kerja masing-masing calon.

“Bupati kan tidak hanya menilai dari teori dan makalah saja, pemaparan. Pak Bupati juga terus terang melihat track record, kinerja selama ini,” ujarnya.

Markus mengatakan dirinya cukup mengenal sebagian besar pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sehingga memiliki pertimbangan tambahan dalam menentukan pejabat yang dipercaya menduduki jabatan strategis.

“Loyalitas, kinerja, dan pengalaman kerja. Itu juga menjadi tambahan untuk Pak Bupati memutuskan siapa yang dipilih,” tegasnya.

Diminta Segera Jalankan Visi-Misi Pemerintah Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *