Bupati Algafry Soroti Kinerja Dinsos: Validasi Data Kunci Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Bangka Tengah

FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyoroti pentingnya peran Dinas Sosial (Dinsos) dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah. Di tengah capaian penurunan angka kemiskinan ekstrem yang terus membaik, Algafry menegaskan bahwa keberhasilan menuju target nol persen pada 2026 sangat bergantung pada akurasi data masyarakat miskin yang dikelola Dinsos. Senin (27/7/2026).

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Algafry Rahman saat Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Bangka Tengah dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Anas Ma’ruf, Kepala Bappelitbangda RM Ikmanto, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Tengah, Sigit Wibowo, MM.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem dari 1,15 persen pada 2024 menjadi 0,78 persen pada 2025. Penurunan sebesar 0,37 persen tersebut dinilai sebagai hasil sinergi lintas perangkat daerah dalam menjalankan berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Algafry mengatakan, capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) berpuas diri. Justru sebaliknya, seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Sosial sebagai leading sector penanggulangan kemiskinan, harus semakin meningkatkan kualitas pendataan agar setiap program intervensi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Algafry meminta Dinsos terus memperkuat proses verifikasi dan validasi data masyarakat miskin secara by name by address. Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam menentukan sasaran penerima bantuan sosial maupun program pemberdayaan ekonomi sehingga tidak terjadi salah sasaran.

“Alhamdulillah tren kemiskinan ekstrem kita terus mengalami penurunan. Namun target kita belum selesai karena pemerintah pusat menargetkan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen. Oleh sebab itu, validasi data harus terus diperkuat agar seluruh program tepat sasaran,” ujar Algafry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *