Tolak Keras Rencana Penghapusan Nol Rupiah, Politisi PDIP: UMKM Bisa Mati Berdiri!

SEPUTARFAKTA, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, melontarkan kritik keras terhadap wacana redenominasi rupiah. Ia menyebut kebijakan memotong nol rupiah sebagai langkah yang tidak penting, tidak mendesak, dan berpotensi bikin rakyat tambah bingung.

“Saya tolak redenominasi. Ini kebijakan kosmetik. Cuma potong nol, tapi masalah ekonomi tetap. Untuk apa? Nggak ada gunanya!” kata Darmadi, Rabu, (12/11)

“Ekonomi Belum Stabil, Kok Malah Mau Potong Nol?” kata dia.

Darmadi menilai pemerintah salah timing jika memaksakan redenominasi saat ini.

“Inflasi masih labil, nilai tukar juga belum stabil. Justru kalau dipaksakan sekarang, itu bisa bikin pasar panik. Timing-nya salah total,” tegas Darmadi.

Menurutnya, redenominasi tidak ada manfaat ekonomi nyata karena tidak memperkuat industri, tidak menarik investasi, dan tidak membuat rakyat lebih sejahtera.

“Rakyat butuh harga stabil, bukan gonta-ganti angka. Ini kebijakan elitis yang nggak nyentuh kebutuhan masyarakat,” desaknya.

“Risiko Harga Kacau! UMKM Bisa Mati Berdiri!” tambahnya.

Dalam nada tinggi, Darmadi memperingatkan efek domino di pasar jika nol rupiah dipotong tiba-tiba.

“Di pasar itu beda sama teori. Harga bisa kacau balau! Dari Rp 12 ribu jadi 12 rupiah, nanti pedagang bisa bulatkan jadi 15. Siapa yang rugi? Rakyat kecil, UMKM, pedagang pasar!” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa psikologi pasar Indonesia sangat sensitif, dan perubahan satuan harga bisa menciptakan kebingungan massal, kenaikan harga diam-diam, inflasi merayap, serta peluang penipuan harga.

“Percayalah, ini bisa jadi bencana harga. Jangan main-main!” kata Darmadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *