FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri, inflasi Kota Pangkalpinang pada Oktober 2025 tercatat sebesar 1,75 persen, jauh di bawah target nasional 2,5 persen ±1 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,81 persen, melampaui rata-rata nasional 5,12 persen, Senin (27/10/2025).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, menyampaikan capaian tersebut saat mewakili Penjabat Wali Kota Pangkalpinang dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Koperasi melalui Zoom Meeting, yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Juhaini menjelaskan, Pangkalpinang menjadi salah satu daerah yang berhasil menjaga stabilitas harga sekaligus mencatat pertumbuhan ekonomi signifikan. Menurutnya, Kementerian Dalam Negeri menyoroti dua indikator utama, yakni inflasi triwulan II yang mencapai 2,6 persen secara nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen.
“Secara umum, inflasi Pangkalpinang masih terkendali dan stabil. Bahkan, pertumbuhan ekonomi kita justru menunjukkan tren yang menggembirakan karena lebih tinggi dari rata-rata nasional,” ujar Juhaini.
Berdasarkan data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pangkalpinang, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,40 persen. Beberapa komoditas yang paling memengaruhi kenaikan harga antara lain cabai merah (0,13 persen), daging ayam ras (0,08 persen), dan emas perhiasan (0,38 persen).
