FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Semangat hidup sehat, kebersamaan, pelestarian budaya, hingga penguatan aktivitas ekonomi masyarakat akan hadir melalui event olahraga Koba Healing Run 2026, event lari tersebut akan dijadwalkan berlangsung di Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Minggu, 30 Agustus 2026. Sabtu (22/8/2026).
Dengan mengusung tema “Lari Sehat, Bahagia, Bersama” serta pesan “Bugar Bangsaku, Lestari Budayaku”, kegiatan ini tidak hanya dikemas sebagai perlombaan lari, tetapi juga menjadi ajang rekreasi, interaksi sosial, hiburan, sekaligus sarana promosi daerah.
Koba Healing Run 2026 sendiri dijadwalkan dimulai pukul 06.00 WIB hingga selesai, dengan menghadirkan dua kategori lari, yakni 5K Fun Run dan 10K Open Run.
Hingga saat ini animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut mulai terlihat. Hingga kini panitia mencatat data yang masuk, sekitar 1.000 peserta telah mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam Koba Healing Run 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa olahraga lari semakin mendapat tempat di tengah masyarakat Bangka Belitung. Koba Healing Run diharapkan menjadi momentum yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana sehat, santai, kompetitif, sekaligus penuh kegembiraan.
Peserta Dapat Race Kit dan Beragam Benefit
Untuk mengikuti kategori 5K Fun Run, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp150.000, sedangkan kategori 10K Open Run sebesar Rp200.000.
Setiap peserta juga akan mendapatkan sejumlah perlengkapan dan fasilitas kegiatan berupa BIB Number, jersey, tas serut, serta refreshment yang dibagikan saat peserta mencapai garis finis.
Selain itu, peserta berkesempatan memperebutkan podium prize dengan total hadiah puluhan juta rupiah, khususnya bagi peserta yang mampu mencatatkan prestasi terbaik sesuai ketentuan perlombaan.
Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize menarik, dengan hadiah utama antara lain 1 unit sepeda motor, kulkas, dan mesin cuci, disertai hadiah lainnya.
Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berolahraga dan bertemu dengan komunitas, tetapi juga memperoleh perlengkapan event, menikmati hiburan, serta memiliki kesempatan membawa pulang hadiah.
Bukan Sekadar Lari
Ketua Pelaksana Koba Healing Run 2026, Yani Basaroni, S.IP., yang juga Kepala Desa Perlang, mengatakan kegiatan tersebut sejak awal dirancang bukan semata-mata sebagai perlombaan lari.
Yani Basaroni yang akrap disapa Roni, mengungkapkan, Koba Healing Run diharapkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat untuk berinteraksi dan membangun energi positif melalui kegiatan olahraga.
“Koba Healing Run kami gagas sebagai ruang untuk mengajak masyarakat hidup lebih sehat sekaligus membangun kebersamaan. Berlari bukan hanya tentang siapa yang paling cepat, tetapi bagaimana kita menciptakan ruang bersama, bertemu, bergerak dan membangun energi positif untuk Bangka Tengah,” kata Roni.
Roni menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan dan kesuksesan kegiatan tersebut. Karena itu, penyelenggara membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk dapat berpartisipasi.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi milik bersama. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, masyarakat, komunitas dan dunia usaha juga dapat mengambil peran. Harapannya, Koba Healing Run dapat menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi kesehatan, kebersamaan, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Roni juga mengajak masyarakat dari seluruh wilayah Bangka Tengah maupun kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk datang dan menjadi bagian dari Koba Healing Run 2026.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Bangka Tengah dan masyarakat Bangka Belitung untuk datang dan menjadi bagian dari Koba Healing Run 2026. Mari kita ramaikan Koba dengan semangat sehat, bahagia dan kebersamaan. Kami ingin peserta pulang bukan hanya membawa pengalaman berlari, tetapi juga membawa kesan bahwa Koba adalah tempat yang ramah dan nyaman untuk bertemu, bergerak dan bergembira bersama,” katanya.
Menurut Roni, semakin besar partisipasi masyarakat, semakin besar pula manfaat yang dapat dihadirkan kegiatan tersebut, baik dari sisi kesehatan, sosial maupun ekonomi.
“Ini bukan hanya tentang 5K atau 10K. Ini tentang bagaimana kita menggerakkan masyarakat. Ada olahraga, ada hiburan, ada pertemuan komunitas, ada peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan usaha lokal. Karena itu kami mengajak semua kalangan, dari pelari pemula sampai pelari berpengalaman, dari komunitas sampai keluarga, untuk ikut merasakan energi Koba Healing Run,” jelasnya.
Dorong Ekonomi dan Promosi Koba
Koba Healing Run 2026 juga memiliki potensi memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lokal.
Kehadiran peserta dari berbagai wilayah berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan selama kegiatan berlangsung. Pelaku UMKM, pedagang makanan dan minuman, jasa transportasi, penginapan, usaha kreatif, hingga sektor ekonomi pendukung lainnya dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas masyarakat di Kota Koba.
Dalam konteks tersebut, event olahraga dapat menjadi bagian dari strategi promosi daerah. Ketika masyarakat dari berbagai wilayah berkumpul dalam sebuah kegiatan, yang diperkenalkan bukan hanya lintasan lari, tetapi juga wajah kota, budaya, kuliner, masyarakat, serta potensi ekonomi daerah.
Pesan “Bugar Bangsaku, Lestari Budayaku” juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Semangat kebugaran dipadukan dengan upaya memperkenalkan karakter dan budaya lokal kepada masyarakat yang datang dari luar Koba.
Dengan konsep tersebut, Koba Healing Run diharapkan mampu menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang memperkenalkan Koba dan Bangka Tengah kepada masyarakat yang lebih luas.
Olahraga, Hiburan dan Kebersamaan
