Pidato Kenegaraan HUT Ke-81 RI, Prabowo Paparkan Capaian 21 Bulan Pemerintahan 

FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Wakil Bupati Bangka Barat bersama Penjabat Sekretaris Daerah menghadiri kegiatan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang dikoordinasikan DPRD Kabupaten Bangka Barat tersebut berlangsung di Gedung Mahligai Betason II pada Jumat (14/8/2026) mulai pukul 09.00 WIB.

Pidato Kenegaraan disampaikan langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan berbagai capaian pemerintah selama 21 bulan sejak dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia.

Prabowo mengatakan pemerintah bekerja dengan berpedoman pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga stabilitas nasional dan kepentingan vital bangsa, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, serta memastikan setiap kebijakan berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi penerus.

“Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali untuk menyampaikan hasil pekerjaan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa yang masih harus kita selesaikan,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo mengakui masih banyak persoalan bangsa yang belum sepenuhnya terselesaikan. Namun, ia menegaskan pemerintah telah mulai menyelesaikan sejumlah persoalan yang selama puluhan tahun dinilai sulit ditangani.

Menurutnya, dalam 21 bulan pemerintahan, telah diputuskan dan dijalankan sejumlah kebijakan transformatif untuk menjawab berbagai persoalan nasional.

“ Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai. Tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah membuktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, kerja keras, hati yang tulus, orientasi kepada rakyat dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap rumit dapat kita mulai selesaikan,” ujarnya.

Ketahanan pangan menjadi perhatian

Salah satu sektor yang disoroti Prabowo adalah ketahanan pangan. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pupuk.

Prabowo menyebut kebijakan pemerintah diarahkan untuk menekan harga pupuk sekaligus meningkatkan ketersediaannya bagi petani. Langkah tersebut diharapkan berdampak terhadap peningkatan produksi pangan nasional.

Ia juga memaparkan sejumlah komoditas pangan yang menurut pemerintah telah mencapai kondisi swasembada, di antaranya jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar dan cabai rawit.

Pemerintah, lanjut Prabowo, masih menargetkan tercapainya swasembada terhadap komoditas lainnya melalui kebijakan dan program yang terus dijalankan.

Dorong kemandirian energi

Selain pangan, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian energi nasional.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah mulai mewujudkan kebijakan energi berbasis sumber daya dalam negeri, termasuk pemanfaatan kelapa sawit untuk menghasilkan bahan bakar nabati.

Prabowo menyebut implementasi bahan bakar diesel berbasis sawit menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghemat devisa negara dalam jumlah besar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Mulai tahun ini, mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri,” kata Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *