FAKTA BERITA,PANGKALPINANG – Bakal Calon Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Prof Udin, melakukan pertemuan hangat dengan Mentilin Band, grup musik asal Bangka Belitung (Babel) yang seluruh personelnya merupakan penyandang disabilitas di salah satu kafe di Kota Pangkalpinang, Senin (21/7/2025).
Didampingi Ketua Bappilu PDIP Babel, Imam Wahyudi, pertemuan Prof. Udin sebelum keberangkatan Mentilin ke Jakarta untuk tampil di ajang Indonesian Drummer Percussion 2025.
Dalam kesempatan itu, Edy Mataris (38) selaku pembina Mentilin Band dan Bangka Deef Art Community menjelaskan, Mentilin adalah bagian dari tim kolaborasi seni disabilitas yang telah menorehkan prestasi nasional.
“Mentilin berhasil lolos sebagai satu dari dua wakil nasional yang tampil di ajang tersebut, bersanding setara dengan band-band non-disabilitas lainnya dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ajang prestisius itu akan digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 25–27 Juli 2025, dan Mentilin didapuk sebagai bintang tamu (guest star)—suatu kehormatan yang tak hanya membanggakan komunitas disabilitas, tetapi juga membawa nama Bangka Belitung ke pentas nasional.
Lebih lanjut, Edy Mataris menyampaikan harapan besarnya jika Prof Udin terpilih menjadi Wali Kota Pangkalpinang.
“Kami ingin beliau tidak hanya memimpin untuk masyarakat umum, tapi juga mengarusutamakan hak-hak disabilitas. Di Mentilin, ada potensi musik, storytelling, dan kreativitas luar biasa. Mereka hanya butuh akses dan kesempatan yang setara,” ujarnya.
Prof Udin dalam pertemuan tersebut menyampaikan kekagumannya dan dukungan penuh terhadap Mentilin. Ia juga memperkenalkan hasil risetnya berupa basis data speech Bahasa Indonesia, yang ditujukan untuk membantu penyandang tunawicara.
“Teknologi ini akan tersedia gratis di Play Store dan App Store. Saya ingin ini jadi jembatan komunikasi untuk teman-teman disabilitas,” ungkap Prof Udin.
Pertemuan ini menjadi simbol bahwa inklusi sosial bukan sekadar wacana, melainkan perlu diwujudkan melalui kebijakan yang konkret. Melalui dukungan dari tokoh seperti Prof Udin, Mentilin dan komunitas disabilitas lainnya diharapkan bisa terus berkarya dan berdampak lebih luas.
