FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman memberi ultimatum keras kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera mempercepat digitalisasi pelayanan publik dan mengoptimalkan pendapatan pajak daerah, menyusul capaian indeks digitalisasi yang masih tertinggal di level regional, usai rapat koordinasi Coffee Morning bersama jajaran OPD dan camat, Senin (20/4/2026).
Dalam arahannya, Algafry menegaskan tahun 2026 harus menjadi momentum perubahan nyata. Ia tidak ingin Bangka Tengah terus berada di posisi bawah dalam penilaian percepatan digitalisasi daerah.
“Di tahun 2026 ini harus ada peningkatan. Setidaknya, kita berada di atas daerah lain. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak? Kalau ada kekurangan, kita perbaiki,” tegas Algafry.
Sorotan utama bupati tertuju pada kinerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dinilai belum maksimal mendorong transformasi sistem pelayanan maupun transaksi non tunai di lingkungan pemerintahan.
Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar mengejar peringkat, melainkan kebutuhan mendesak agar pelayanan kepada masyarakat lebih cepat, transparan dan mudah diakses.
Bupati juga meminta penggunaan sistem pembayaran non tunai melalui QRIS diperluas, terutama dalam layanan publik serta penerimaan pajak dan retribusi daerah.
