Tim Kabupaten Turun ke Hulu Sungai Butun, Warga Desak Dugaan Kerusakan dan Legalitas Dibuka Terang

FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Tim Kabupaten Bangka Barat turun langsung ke kawasan Hulu Sungai Butun, Desa Tumbak Petar, Kecamatan Jebus, Senin (28/9/2026), untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kawasan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat.

Turunnya tim kabupaten mendapat sambutan dari masyarakat. Namun, di balik pemeriksaan tersebut, warga menyampaikan satu permintaan utama: hasil pemeriksaan nantinya harus benar-benar menggambarkan fakta yang ditemukan langsung di lapangan.

Masyarakat tidak ingin hasil pemeriksaan hanya berhenti pada kesimpulan administratif. Mereka meminta seluruh kondisi kawasan diperiksa secara menyeluruh, mulai dari aktivitas penggarapan lahan, kondisi sempadan sungai, keberadaan tanggul, perubahan aliran sungai hingga legalitas dan perizinan kegiatan.

Permintaan itu disampaikan masyarakat kepada Camat Jebus dan pihak kepolisian yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dusun Tumbak, Kepala Dusun Kedondong, salah seorang anggota BPD Dusun Tumbak serta warga dari sejumlah dusun turut menyampaikan aspirasi mereka.

Menurut masyarakat, hasil pemeriksaan akan menjadi penting karena nantinya dapat menentukan langkah Pemerintah Kabupaten Bangka Barat terhadap persoalan yang terjadi di kawasan Hulu Sungai Butun.

Jangan Sampai Fakta Lapangan Berbeda dengan Laporan

Masyarakat meminta setiap temuan yang diperoleh tim kabupaten dituangkan secara utuh dalam hasil pemeriksaan.

Hal ini disampaikan karena di tengah pemeriksaan tersebut masih terdapat perbedaan persepsi mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.

Karena itu, masyarakat meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pemeriksaan memberikan keterangan berdasarkan apa yang benar-benar ditemukan di lokasi.

Salah satu warga yang hadir, Jumadin, juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai pandangannya terhadap proses pemeriksaan dan kondisi Hulu Sungai Butun.

Begitu pula Kepala Dusun Tumbak dan Kepala Dusun Kedondong yang ikut berada di lokasi. Keterangan mereka dinilai penting karena keduanya mengetahui kondisi wilayah dan turut menyaksikan proses pemeriksaan.

Masyarakat berharap keterangan dari para pihak tersebut dapat menjadi bagian dari gambaran yang utuh mengenai kondisi Hulu Sungai Butun.

Sempadan Sungai Diminta Diperiksa Secara Teknis

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah kawasan pinggir sungai yang disebut telah mengalami penggarapan.

Masyarakat meminta pemerintah memastikan batas sempadan Sungai Butun berdasarkan ketentuan hukum dan data teknis yang berlaku.

Warga tidak ingin batas sempadan ditentukan berdasarkan perkiraan.

Apakah nantinya batas tersebut 50 meter, 100 meter atau ukuran lainnya, masyarakat meminta pemerintah mengacu pada ketentuan peraturan, karakteristik sungai serta peta dan data teknis kawasan.

Selain itu, keberadaan tanggul dan perubahan maupun penyempitan aliran sungai juga diminta menjadi bagian dari pemeriksaan.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran, masyarakat meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil tindakan sesuai kewenangan.

Bukan Hanya Soal Lahan, Warga Bicara Mata Pencaharian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *