FAKTA BERITA, MENTOK – Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai penonton menggema memenuhi Stadion Bina Jaya Mentok Sabtu pukul 21:30 Malam, saat pembawa acara memanggil para petinju yang akan bertanding pada Partai 39. Laga di kelas 57–60 kilogram itu menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan karena mempertemukan dua atlet muda berprestasi yang sama-sama pernah meraih gelar juara di tingkat provinsi.
Di sudut biru, Imam Al-Kafi, petinju yang mewakili Kota Pangkal Pinang, memasuki arena dengan langkah mantap. Dukungan dari para pendukungnya langsung menggema di dalam stadion. Tak berselang lama, suasana semakin memanas ketika Rizanky Putra, petinju kebanggaan Kabupaten Bangka Barat di sudut merah, melangkah menuju ring dengan penuh keyakinan. Kehadiran kedua atlet itu langsung memantik antusiasme ratusan penonton yang memenuhi tribun.
Pertemuan dua petinju terbaik dari daerah berbeda tersebut memang sudah diprediksi berlangsung sengit. Selain memiliki kemampuan teknik yang mumpuni, keduanya juga memiliki pengalaman bertanding di level provinsi dan pernah mencatatkan prestasi sebagai juara. Tak heran, duel ini menjadi salah satu partai yang paling menyita perhatian sepanjang kejuaraan.
Jalannya pertandingan dipimpin oleh wasit Dedi, yang mengawal laga dengan tegas dan profesional. Sementara proses penilaian dilakukan oleh tiga hakim, yakni Nur Rizan, Heru Santoso, dan Soni, yang mengamati setiap pukulan efektif, pertahanan, serta penguasaan pertandingan selama tiga ronde.
Begitu lonceng ronde pertama dibunyikan, kedua petinju langsung menunjukkan kualitas terbaiknya. Imam Al-Kafi tampil agresif dengan kombinasi pukulan cepat, sementara Rizanky Putra membalas melalui serangan balik yang akurat dan disiplin menjaga pertahanan. Adu strategi, kecepatan, dan ketahanan fisik membuat pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi.
Memasuki ronde kedua, intensitas pertarungan semakin meningkat. Kedua petinju saling bertukar pukulan tanpa menunjukkan tanda-tanda menyerah. Dukungan dari tribun terus mengiringi setiap serangan yang dilepaskan, menciptakan atmosfer pertandingan yang hidup dan penuh semangat sportivitas.
