FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan budidaya.
Dinas Perikanan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mencatat potensi lahan budidaya air payau mencapai 1.483,08 hektare, sementara potensi lahan budidaya air tawar mencapai 348,52 hektare.
Potensi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mendorong sektor perikanan sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah sekaligus mendukung visi pembangunan Bangka Tengah 2025–2029, yakni “Bangka Tengah Maju.”
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah, Imam Soehadi mengatakan pengembangan perikanan budidaya diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga produktivitas dan nilai tambah bagi masyarakat.
Menurutnya, sektor perikanan memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung sektor ekonomi dan agenda maju maritim yang menjadi salah satu arah pembangunan Bangka Tengah.
“Perikanan budidaya merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus nilai tambah hasil perikanan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh pembudidaya dan masyarakat,” ujarnya, Senin (7/9/2026).
Imam Soehadi menjelaskan, berdasarkan data profil perikanan budidaya, saat ini terdapat 1 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan Budidaya yang didukung tiga instalasi. Selain itu, terdapat 154 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dengan jumlah pembudidaya mencapai 1.456 orang.
“Hingga saat ini kami juga mencatat keberadaan 39 Unit Pembenihan Rakyat (UPR). Untuk komoditas udang vaname, terdapat 1 unit hatchery pembenihan dan 12 unit usaha pembesaran,” jelasnya.
Imam Soehadi menuturkan, dari sisi sertifikasi mutu, tercatat 24 unit usaha telah memiliki sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan 17 unit dengan sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB). Sementara itu, terdapat satu unit usaha yang tercatat menerapkan cara pembuatan pakan ikan yang baik.
“Dari data yang telah kami himpun, produksi didominasi Udang Vaname.
Data produksi menunjukkan komoditas udang vaname menjadi salah satu andalan perikanan budidaya Bangka Tengah.
Produksi udang vaname tercatat sekitar 1.794,65 ton, disusul ikan lele sebanyak 391,99 ton, ikan nila 258,83 ton, serta komoditas lainnya sebesar 165,43 ton,” tandasnya.
Secara keseluruhan, materi profil perikanan budidaya mencatat produksi ikan air tawar mencapai 814,51 ton, sedangkan produksi ikan air payau mencapai sekitar 1.796,70 ton.
Selain produksi ikan konsumsi, sektor pembenihan juga menunjukkan angka yang cukup besar. Produksi benih air payau, yang didominasi benih udang vaname, mencapai 593.462.530 ekor.
