Jakarta, 10 September 2026 – Di tangan terampil para perempuan di Jakarta Barat, lembaran kertas disulap menjadi karya seni tiga dimensi yang bernilai. Di balik setiap lipatan, tersimpan cerita tentang pemberdayaan perempuan yang menemukan ruang untuk berkarya, berkembang, dan memperoleh penghasilan melalui industri kreatif.
Kisah tersebut tumbuh bersama PT Ika Cipta Harmoni (Ichinogami Papercraft Expert), mitra binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya dan Hub UMK Jakarta Raya. Berawal dari komunitas seni kertas yang berdiri sejak 2009, Ichinogami kini berkembang menjadi wadah pemberdayaan yang turut membuka peluang kerja bagi masyarakat. Hingga September 2026, Ichinogami telah menyerap 10 tenaga kerja tetap, dengan 70 persen di antaranya merupakan perempuan.
Pendiri Ichinogami Papercraft Expert, Putri Ayu Pratami, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam proses produksi, mulai dari merancang pola tiga dimensi hingga memastikan kualitas setiap karya yang dihasilkan.
“Bagi kami, setiap karya bukan hanya tentang kertas yang dilipat dan dirakit, tetapi juga tentang proses dan orang-orang yang mengerjakannya. Para perempuan di Ichinogami memiliki peran penting dalam menghasilkan karya sekaligus membangun kemandirian melalui keterampilan yang mereka miliki,” ujar Putri.
Pemberdayaan tersebut tidak hanya dilakukan melalui tenaga kerja tetap. Ichinogami juga melibatkan puluhan perakit lepas dari komunitas kriya yang beranggotakan sekitar 23.000 orang di berbagai daerah. Jejaring ini memberikan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat untuk terlibat dalam proses produksi sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di berbagai wilayah.
“Tidak hanya pekerja tetap, Ichinogami juga merangkul puluhan perakit lepas dari komunitas kriya yang tersebar di berbagai daerah. Jejaring ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membuka lebih banyak peluang berkarya dan menggerakkan roda ekonomi kreatif secara lebih luas,” tambah Putri.

Produk seni lipat kertas (papercraft) Ichinogami yang menampilkan karakter budaya Nusantara, seperti Ondel-ondel dan Penari Legong, dipamerkan dalam ajang Migrants' Arirang Multicultural Festival (MAMF) 2025 di Korea Selatan. Partisipasi ini menjadi langkah strategis UMKM tersebut untuk memperkenalkan karya lokal sekaligus memperluas jangkauan ke pasar internasional.
Dampak sosial Ichinogami juga diperluas melalui kegiatan edukasi budaya Nusantara. Melalui lokakarya, ribuan pelajar dari berbagai sekolah diajak merakit miniatur rumah adat dan busana tari tradisional. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk melatih keterampilan motorik sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan pemberdayaan UMK melalui Hub UMK Jakarta Raya tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga pada terciptanya manfaat sosial yang lebih luas, termasuk pembukaan kesempatan kerja bagi masyarakat.
“PLN ingin UMK binaan tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak bagi lingkungan sosial di sekitarnya. Ichinogami menunjukkan bagaimana sebuah usaha kreatif dapat berkembang sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk berkarya dan menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi,” ujar Andy Adcha.
Menurut Andy Adcha, penguatan kualitas dan tata kelola usaha menjadi bagian penting agar UMK binaan mampu berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih luas.
“Melalui pendampingan, penguatan standar mutu, dan tata kelola bisnis yang profesional, PLN terus mendorong produk kreatif lokal agar semakin siap bersaing. Kami berharap Ichinogami dapat terus berkembang, memperluas pasar, dan membawa karya kreatif Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” tambah Andy Adcha.
Dengan dukungan pengelolaan keuangan yang semakin baik dan penerapan standar mutu SNI ISO 8124, Ichinogami terus memperkuat kesiapan usahanya untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Perjalanan Ichinogami menjadi gambaran bahwa pemberdayaan, inovasi, dan penguatan kapasitas usaha dapat berjalan beriringan untuk menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
