FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Tradisi Sedekah Kampung Desa Simpang Tiga, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki dan hasil panen yang diperoleh.
Pesta adat yang berlangsung di halaman Kantor Desa Simpang Tiga tersebut dibuka oleh Bupati Bangka Barat Markus, dan turut dihadiri Wakil Bupati Bangka Barat, unsur Forkopimda, anggota DPRD Bangka Barat, jajaran pemerintah daerah, serta para kepala desa se-Kabupaten Bangka Barat.
Dalam sambutannya, Markus mengatakan Sedekah Kampung merupakan warisan leluhur yang telah dilaksanakan masyarakat Desa Simpang Tiga secara turun-temurun sejak sekitar 1976.
Menurutnya, tradisi tersebut pada awalnya dilaksanakan setelah masyarakat menyelesaikan panen raya padi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki.
“Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga, keluarga, kerabat dan handai taulan, termasuk masyarakat yang datang dari luar Desa Simpang Tiga,” ujar Markus.
Markus menilai keberadaan Sedekah Kampung memiliki nilai penting dalam menjaga identitas dan keberagaman budaya lokal Bangka Barat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, kata dia, memandang Sedekah Kampung Desa Simpang Tiga sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan daerah. Tradisi tersebut telah masuk dalam Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Bangka Barat Tahun 2025–2029, khususnya dalam kategori adat istiadat.
“Harapannya, tradisi seperti ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari keragaman budaya yang ada di Bumi Sejiran Setason,” kata Markus.
