SEPUTARFAKTA, PANGKALPINANG — Suasana Pilkada Ulang Pangkalpinang memanas setelah beredar video berdurasi 1 menit 38 detik yang memperlihatkan Tommy Permana, pendukung Paslon 02, melontarkan kalimat bernada kasar kepada Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Girimaya. Dalam rekaman itu, Tommy terdengar mengancam agar Panwascam mundur, bahkan menyebut mereka tidak pantas menjadi penyelenggara pemilu.
Kontroversi kian melebar setelah Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang sekaligus Ketua Tim Paslon 02, Bangun Jaya, diduga turut mendampingi Tommy dalam insiden tersebut. Kehadiran Bangun Jaya memicu dugaan kuat bahwa aksi intimidasi tidak berdiri sendiri, melainkan mendapat legitimasi dari lingkaran tim pemenangan.
Peristiwa ini disebut-sebut berujung pada mundurnya sejumlah anggota Panwascam Girimaya. Publik menilai tekanan verbal yang dilakukan Tommy, dengan kemungkinan dukungan politik dari Bangun Jaya, telah merusak independensi lembaga pengawas pemilu.
Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum dan Bawaslu mengambil sikap tegas. Jika terbukti benar, tindakan ini bukan hanya mencederai proses demokrasi, tetapi juga berpotensi menjerat pidana bagi pihak-pihak yang terlibat.
