Elvi Diana Ingatkan Pentingnya Dana Darurat bagi Keluarga dan Pelaku Usaha

FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus praktisi keuangan, Elvi Diana, mengajak masyarakat membangun kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin, mulai dari memisahkan keuangan pribadi dan usaha hingga menyiapkan dana darurat untuk menghadapi kebutuhan tak terduga.

Pesan tersebut disampaikan Elvi saat menjadi narasumber dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri jasa keuangan di Bangka Belitung di Alun – alun Taman Merdeka. Minggu, (18/10/2026).

Ia menekankan bahwa kesehatan finansial perlu menjadi perhatian setiap keluarga, karyawan, maupun pelaku usaha.

Menurut Elvi, pengelolaan keuangan bukan sekadar soal memperoleh pendapatan, tetapi juga bagaimana mengatur penggunaannya agar kebutuhan sehari-hari, keberlangsungan usaha, dan kebutuhan darurat dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada utang.

“Setiap keluarga maupun individu perlu memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Selain itu, dana darurat juga penting disiapkan untuk menghadapi kebutuhan yang tidak terduga,” ujar Elvi.

Ia menjelaskan, dana darurat berfungsi sebagai perlindungan ketika seseorang atau anggota keluarganya menghadapi situasi mendesak, seperti sakit atau kebutuhan lain yang tidak dapat ditunda. Tanpa persiapan keuangan, kondisi tersebut berisiko membuat rumah tangga harus mencari pinjaman untuk menutup pengeluaran.

Elvi mencontohkan, seseorang dengan pendapatan Rp10 juta perlu membangun kebiasaan menyisihkan sebagian penghasilannya secara rutin. Besaran dana yang disisihkan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pendapatan dan kebutuhan masing-masing agar perencanaan keuangan dapat dijalankan secara realistis.

“Dana darurat perlu menjadi prioritas. Untuk menyimpannya, masyarakat bisa mempertimbangkan berbagai instrumen sesuai kebutuhan dan profil risikonya. Sebagai perencana keuangan bersertifikat, saya terikat kode etik untuk tidak menjual produk tertentu. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan edukasi dari lembaga jasa keuangan sebelum memilih instrumen,” katanya.

Elvi menegaskan, masyarakat dapat mempelajari berbagai pilihan instrumen untuk menyimpan atau mengembangkan dana melalui lembaga jasa keuangan. Hal terpenting adalah memahami karakteristik produk, risiko, dan kesesuaiannya dengan tujuan keuangan sebelum mengambil keputusan.

Perhatian khusus juga ia arahkan kepada pelaku UMKM, terutama usaha kecil yang masih berada dalam tahap pengembangan. Menurutnya, keuntungan usaha sebaiknya tidak langsung digunakan untuk memenuhi keinginan konsumtif ketika modal dan keberlangsungan bisnis masih membutuhkan penguatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *