Berita Tenis: Alex De Minaur menampilkan ketangguhan yang menjadi ciri khasnya untuk meraih kemenangan yang bisa jadi sangat krusial di Vienna Open musim 2026.
Saat ini menempati posisi kesepuluh dalam klasemen sementara menuju ATP Finals, petenis berkebangsaan Australia sempat menghadapi ancaman serius terhadap harapannya untuk lolos ke turnamen akhir musim ketika lawannya, Tomas Machac unggul 6-1, 4-2 di babak pertama Vienna Open.
Namun, petenis unggulan kelima berhasil bangkit dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan 1-6, 6-4, 6-3. Kemenangan tersebut menjadikan total kemenangannya di turnamen ATP level 500 sepanjang musim 2026 mencapai 18 kemenangan, jumlah terbanyak di antara seluruh petenis putra lain di turnamen level tersebut.
“Ia sangat berbakat. Tidak ada kata lain untuk menggambarkannya,” komentar De Minaur saat mengulas permainan agresif Machac di awal pertandingan.
“Biasanya mungkin orang akan bilang ia tidak selalu bisa menampilkan level permainan seperti itu, tetapi kenyataannya ia bisa. Kita sudah pernah melihatnya melakukannya. Ia punya kemampuan untuk memukul bola dengan sangat kuat, menembus pertahanan lawan. Ia benar-benar tidak memberi saya kesempatan apa pun.”
“Kondisi lapangan saat ini cukup berat dan rasanya ia bisa terus memukul bola dengan kekuatan penuh tanpa sekalipun meleset. Ia membuat situasi menjadi sangat sulit bagi saya selama tiga perempat jalannya pertandingan. Sejujurnya, saya berjuang keras, mencari cara untuk mendapatkan peluang break krusial di saat yang tepat, dan tiba-tiba saja momentum pertandingan pun berubah.”
Petenis berkebangsaan Ceko, Machac tampil luar biasa dengan pukulan-pukulan dari area baseline, memanfaatkan kekuatannya secara optimal di bawah atap arena Wina, hingga ia hanya berjarak dua game lagi dari kemenangan.
Namun, setelah petenis berkebangsaan Australia akhirnya berhasil mematahkan servis lawan — memanfaatkan peluang break point ketujuhnya dalam pertandingan tersebut untuk mengubah kedudukan menjadi 3-4 di set kedua — ia terus menekan tanpa kendur demi meraih kemenangan.
Meski sempat kehilangan servis di game pembuka set penentu, petenis unggulan kelima segera bangkit dengan memenangkan lima game berturut-turut untuk sepenuhnya menguasai jalannya pertandingan. Ia memastikan kemenangan setelah 2 jam 3 menit lewat sebuah ace yang mengarah tepat ke garis tengah.
Selanjutnya, De Minaur akan bersiap menghadapi Learner Tien, yang melaju setelah mengalahkan petenis berkebangsaan Prancis, Luca Van Assche dengan 6-3, 6-1, di babak kedua Vienna Open. Kedua petenis akan bertemu untuk kali pertama.
Di aksi sebelumnya, petenis berkebangsaan Italia, Matteo Berretttini mengeleminasi petenis berkebangsaan Argentina, Tomas Martin Etcheverry dengan 6-3, 6-4 demi melenggang ke babak kedua Vienna Open untuk melawan petenis unggulan keempat, Flavio Cobolli atau petenis berkebangsaan Bulgaria, Grigor Dimitrov.
Sementara petenis unggulan kedelapan, Jakub mensik memetik kemenangan meyakinkan 6-2, 6-2 atas petenis tuan rumah, Lukas Neumayer dan petenis berkebangsaan Italia, Luciano Darderi menumbangkan rekan senegaranya, Matteo Arnaldi dengan 7-5, 6-2.
Artikel Tag: alex de minaur, matteo berrettini, vienna open, tomas machac
Published by Seputarfakta.id at https://seputarfakta.id/tenis/alex-de-minaur-susah-payah-demi-petik-kemenangan-krusial-di-wina
