Festival Serambi Tanjung, Surga Kuliner Tiga Etnis di Mentok: Dari Chai Pau Pan hingga Nasi Goreng Kari Arab

SEPUTARFAKTA, BANGKA BARAT — Kekayaan rasa, jejak sejarah, dan keberagaman budaya masyarakat Mentok berpadu dalam Festival Serambi Tanjung yang digelar di kawasan Bozem, Teluk Rubiah, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Mengusung tema “Cerite Punye Rase”, festival ini menghadirkan pengalaman wisata kuliner yang membawa pengunjung mengenal lebih dekat warisan tiga etnis yang telah lama hidup berdampingan, yakni Melayu, Tionghoa, dan Arab.

Festival yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) tersebut bukan sekadar menjadi tempat berburu makanan khas. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menelusuri cerita di balik hidangan tradisional yang diwariskan lintas generasi sekaligus memperkenalkan potensi wisata budaya Bangka Barat kepada pengunjung.

Di kawasan Bozem Teluk Rubiah, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner dengan karakter rasa dan latar budaya yang berbeda. Sajian tersebut menjadi gambaran bagaimana perjumpaan berbagai etnis di Mentok turut membentuk identitas kuliner yang khas dan masih bertahan hingga sekarang.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bangka Barat, Abimanyu, mengatakan Festival Serambi Tanjung menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan keberagaman budaya sekaligus kekayaan kuliner daerah.

Menurutnya, makanan tradisional bukan hanya urusan rasa, tetapi juga menyimpan identitas, sejarah, dan cerita kehidupan masyarakat yang tumbuh dalam lingkungan multietnis.

“Melalui festival ini, kuliner tradisional yang selama ini berkembang di lingkungan keluarga dan komunitas diharapkan tetap dikenal oleh generasi muda. Makanan khas dari tiga etnis tersebut tidak hanya menjadi sejarah, tetapi juga terus hidup di tengah masyarakat,” ujar Abimanyu.

Menjelajahi Rasa dari Tiga Etnis

Salah satu daya tarik utama Festival Serambi Tanjung adalah konsep Kuliner Tiga Etnis. Pengunjung disuguhkan aneka makanan tradisional dan peranakan yang mencerminkan keberagaman tradisi kuliner masyarakat Mentok.

Beberapa sajian yang dihadirkan antara lain Nasi Goreng Kari Arab, Chai Pau Pan, Kue Bongkol, Kue Cung, Kue Rintak, Lok Kian, Kue Cuik, Hok Lo Pan, Kue Ban Kok, hingga Kue Pho.

Nama-nama tersebut menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang menarik untuk dikenali lebih jauh. Bagi masyarakat yang telah akrab dengan hidangan tersebut sejak kecil, festival ini menjadi kesempatan untuk kembali menikmati rasa yang lekat dengan kehidupan keluarga. Sementara bagi pengunjung dari luar daerah, sajian-sajian itu menawarkan pengalaman baru untuk mengenal tradisi kuliner Mentok.

Keberadaan kuliner khas juga memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak selalu hadir melalui bangunan bersejarah atau benda peninggalan masa lalu. Resep keluarga, cara mengolah bahan, serta kebiasaan menyajikan makanan merupakan bagian dari tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat.

Selain hidangan dari tiga etnis, festival ini turut menyediakan berbagai pilihan kuliner Nusantara sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan selama menikmati suasana acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *