Sebelum Api Berkobar, Terdengar Ancaman Bakar: Empat Bedeng di Cupat Ludes

FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Sebanyak empat unit rumah bedeng semi permanen di Dusun Cupat Bedeng Panjang RT 10, Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, ludes terbakar pada Minggu (13/9/2026) siang.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.45 WIB tersebut diduga berkaitan dengan keributan yang terjadi sesaat sebelum api muncul. Polisi kini memburu dua pria yang diduga berada di lokasi sebelum kebakaran dan melarikan diri ketika api mulai berkobar.

Informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa bermula ketika dua saksi, IM (15) dan FA (11), mendengar pertengkaran dari bedeng nomor tiga yang dihuni oleh salah seorang pria yang kini diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kedua saksi disebut sempat mendengar teriakan dari dalam bedeng yang mengarah pada ancaman untuk membakar.

Tidak sampai 15 menit kemudian, asap hitam tebal disusul kobaran api terlihat dari kamar bedeng tersebut. Bersamaan dengan munculnya api, dua pria terlihat meninggalkan lokasi dengan tergesa-gesa.

Arif (38), warga sekitar yang berada di lokasi saat kejadian, mengaku melihat langsung kedua pria tersebut berlari keluar dari kawasan bedeng.

“Waktu itu saya baru selesai salat Zuhur, tiba-tiba dengar suara ribut dan melihat dua pria lari buru-buru ke luar dari bedeng. Pas saya tengok ke arah rumah mereka, asap hitam sudah tebal sekali dari dalam kamar,” ujar Arif saat ditemui di lokasi, Minggu (13/9/2026).

Api kemudian dengan cepat membesar. Kondisi bangunan yang mayoritas menggunakan material semi permanen ditambah embusan angin cukup kencang membuat kobaran api mudah merembet ke bangunan di sebelahnya.

Dalam waktu singkat, tiga unit bedeng lainnya yang berdempetan ikut terbakar.

Warga sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, usaha tersebut terkendala kencangnya angin dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

“Kami warga di sini langsung panik dan coba memadamkan pakai ember seadanya. Tapi angin kencang sekali dan di sini susah air, jadi api cepat sekali merembet ke bedeng sebelah-sebelahnya. Semuanya habis tak tersisa,” kata Arif.

Personel gabungan kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 14.05 WIB. Pemadaman melibatkan personel Batalyon TP 946, Polsek Jebus, Pemerintah Kecamatan Parittiga, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar.

Petugas dan warga bersama-sama melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali membesar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *