FAKTA BERITA, BANGKA BARAT – Kabupaten Bangka Barat mencatat inflasi sebesar 0,95 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi Juli 2026 yang berada di level 0,28 persen.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat yang dirilis 1 September 2026, inflasi Bangka Barat secara tahunan (year-on-year/y-on-y) mencapai 4,43 persen. Angka ini meningkat cukup signifikan dibandingkan Juli 2026 yang tercatat 3,50 persen.
Dengan capaian tersebut, Bangka Barat menjadi kabupaten dengan inflasi y-on-y tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, inflasi bulanan Bangka Barat sebesar 0,95 persen juga tercatat sebagai inflasi m-to-m tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) hingga Agustus 2026 mencapai 1,38 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 106,43 pada Juli menjadi 107,44 pada Agustus 2026.
Daging Ayam Jadi Penyumbang Terbesar
Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi Bangka Barat pada Agustus 2026.
Dalam inflasi bulanan, daging ayam ras menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar, yakni 0,67 persen. Selanjutnya kacang panjang memberikan andil 0,22 persen, ikan selar 0,11 persen, emas perhiasan 0,05 persen dan oli mesin sebesar 0,04 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas memberikan tekanan deflasi. Lima komoditas dengan andil deflasi terbesar yakni udang basah (-0,10 persen), bayam (-0,10 persen), jeruk (-0,09 persen), bawang merah (-0,06 persen), serta bawang putih (-0,05 persen).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi Agustus tidak terjadi secara merata pada seluruh komoditas, melainkan terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas tertentu.
Inflasi Tahunan Capai 4,43 Persen
