FAKTA BERITA, PANGKALPINANG – Kapal KM Nadira mengalami kebocoran hingga kandas di Perairan Pantai Pukan, Kabupaten Bangka, Minggu (9/8/2026) dini hari. Dua awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi terkait kondisi darurat KM Nadira setelah kapal mengalami kebocoran saat dalam perjalanan menuju Pantai Sampur, Kabupaten Bangka Tengah.
Peristiwa bermula ketika KM Nadira yang memiliki ciri khas warna merah, krem, dan putih bertolak dari Pelabuhan Jelitik, Kabupaten Bangka, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapal tersebut berlayar dengan tujuan mengantar ponton menuju Pantai Sampur. Namun, saat perjalanan memasuki Minggu dini hari sekitar pukul 02.40 WIB, kapal mengalami kebocoran.
Menyadari kondisi tersebut, nakhoda memutuskan mengandaskan kapal di sekitar Perairan Pantai Pukan pada titik koordinat perkiraan 2°02’22.1″S 106°11’44.0″E. Keputusan itu diambil untuk menyelamatkan kapal sekaligus menjaga keselamatan awak kapal.
Awak kapal kemudian menghubungi Polairud. Informasi tersebut diteruskan kepada Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Pangkalpinang memberangkatkan satu Tim Rescue Basarnas bersama Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Karna menuju lokasi kejadian.
Tim kemudian menggunakan sekoci KN SAR Karna untuk mendekati KM Nadira yang telah kandas. Namun, proses evakuasi berlangsung cukup menantang lantaran kondisi ombak di sekitar lokasi cukup besar.
Dalam perjalanan menuju kapal, sekoci yang membawa Tim Rescue bahkan sempat ikut kandas akibat kondisi perairan. Berkat kesigapan personel di lapangan, kondisi tersebut berhasil diatasi sehingga proses evakuasi dapat dilanjutkan.
Sesampainya di lokasi, tim mendapati kondisi KM Nadira sudah hampir sepenuhnya dipenuhi air laut.
