PANGKALPINANG, FAKTA BERITA – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat strategi pengendalian inflasi guna menjaga kestabilan harga bahan pokok di tengah dinamika ekonomi nasional. Komitmen tersebut ditegaskan usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (27/7/2026).
Rakor yang diikuti seluruh pemerintah daerah se-Indonesia ini menjadi forum penting dalam menyatukan langkah pengendalian inflasi, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di masing-masing wilayah.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Juhaini, menyampaikan bahwa kondisi inflasi daerah hingga Juni 2026 masih dalam batas aman dan sesuai target nasional. Data Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Pangkalpinang sebesar 0,30 persen (m-to-m), 2,28 persen (y-on-y), dan 0,73 persen (y-to-d).
“Angka ini masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 persen ±1 persen,” ujar Juhaini.
Meski demikian, ia mengakui adanya tekanan inflasi yang berasal dari sektor transportasi. Sejumlah komoditas seperti bensin, angkutan udara, daging ayam ras, serta emas perhiasan menjadi penyumbang utama kenaikan harga pada periode tersebut.
Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain penyesuaian harga BBM nonsubsidi, meningkatnya tarif penerbangan, serta keterbatasan pasokan daging ayam di pasaran.
