FAKTA BERITA, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Raihan tersebut menjadi yang kesembilan kalinya secara berturut-turut bagi Kota Pangkalpinang, Kamis (25/6/2026).
Pj Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh organisasi perangkat daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah, Kota Pangkalpinang kembali memperoleh opini WTP untuk yang kesembilan kalinya secara berturut-turut. Ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari sinergi dan komitmen seluruh OPD dalam menyajikan laporan keuangan yang baik dan sesuai standar pemerintahan,” kata Budiyanto.
Ia menjelaskan, proses pemeriksaan yang dilakukan BPK berlangsung lebih dari dua bulan dengan serangkaian tahapan, mulai dari pemeriksaan dokumen, verifikasi lapangan, hingga evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, opini WTP tidak hanya ditentukan dari kesesuaian angka dalam laporan keuangan, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah indikator penting, seperti penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI).
“Artinya, laporan keuangan pemerintah daerah dinilai telah disajikan secara wajar dalam seluruh aspek yang material sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku. Ini menjadi indikator bahwa tata kelola keuangan kita terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Budiyanto menambahkan, hasil pemeriksaan BPK juga menunjukkan adanya penurunan jumlah temuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai sebagai bukti bahwa sistem pengendalian dan mekanisme pengelolaan keuangan di lingkungan Pemkot Pangkalpinang semakin baik.
“Temuan-temuan yang menjadi catatan terus berkurang. Ini menunjukkan bahwa upaya pembenahan tata kelola dan penguatan sistem pengawasan internal berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang positif,” katanya.
