Klaim 85% Warga Dukung PLTN, Warga Batu Beriga Justru Kompak Menolak!

FAKTA BERITA, BANGKA TENGAH – Klaim bahwa mayoritas masyarakat Bangka Belitung (Babel) mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Pulau Kelasa bak petir di siang bolong bagi warga Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah. Di tengah luka lama akibat isu penambangan laut yang belum tuntas, rencana pembangunan PLTN justru menambah bara kekhawatiran warga pesisir ini.

Sebagai bentuk perlawanan, masyarakat menggelar “Rembuk Kampung”, forum musyawarah untuk menyuarakan penolakan terhadap proyek yang dinilai kontroversial tersebut. Acara yang berlangsung Jumat, 31 Oktober 2025 di Gedung Kesenian Desa Batu Beriga itu dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari nelayan, petani, tokoh adat, hingga pemuda-pemudi desa.

Suasana hangat namun tegas menyelimuti forum, dengan satu semangat yang sama: “Menjaga Pulau Kelasa dari ancaman PLTN.”

Direktur Eksekutif WALHI Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Subhan Hafiz, menegaskan bahwa Rembuk Kampung ini lahir dari keresahan warga akibat minimnya informasi dan sosialisasi terkait rencana pembangunan PLTN.

“Inisiatif ini memang datang dari masyarakat sendiri. Mereka merasa tidak cukup mendapat informasi soal proses pembangunan PLTN di Pulau Kelasa,” ujarnya.

Subhan menambahkan, Pulau Kelasa memiliki nilai konservasi tinggi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang hidup masyarakat Batu Beriga. Selain menjadi sumber mata pencaharian nelayan, pulau ini juga rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna yang dilindungi.

“Pulau Kelasa adalah entitas ekologis penting. Ia punya empat nilai konservasi tinggi dan menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati yang dilindungi,” tegasnya.

Sementara itu, Jorgi, pemuda Desa Batu Beriga yang aktif menyuarakan penolakan, menegaskan bahwa hasil Rembuk Kampung adalah satu suara yakni menolak rencana pembangunan PLTN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *