BANGKA, FAKTA BERITA — Perjuangan masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari kemitraan perkebunan kelapa sawit memasuki babak baru. Setelah melalui proses panjang dan mendapat pengawalan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), PT Gunung Maras Lestari (GML) akhirnya menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pembangunan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit dengan pola kemitraan inti-plasma bersama masyarakat melalui delapan koperasi desa, Selasa (29/9/2026).
Kesepakatan tersebut menjadi titik penting bagi masyarakat di delapan desa yang tersebar di Kecamatan Bakam, Puding Besar, dan Pemali, Kabupaten Bangka. Program plasma 20 persen yang selama ini menjadi bagian dari aspirasi masyarakat kini mulai masuk pada tahap realisasi.
Penandatanganan MoU berlangsung di Lapangan Bola Divisi 3 PT GML, Desa Bakam, dan dihadiri Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Gubernur Babel Hidayat Arsani, serta Anggota DPRD Babel Daerah Pemilihan Bangka, Imam Wahyudi dan Narulita Sari.
Bagi DPRD Babel, kesepakatan tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen. MoU menjadi hasil dari proses panjang dalam menerima aspirasi, mendorong penyelesaian persoalan, hingga mengawal kepentingan masyarakat agar kemitraan perkebunan benar-benar memberikan manfaat kepada desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menegaskan, pihaknya akan tetap berada dalam proses pengawalan meski MoU telah ditandatangani. Menurutnya, perjuangan tidak berhenti ketika dokumen kesepakatan selesai diteken.
“DPRD Babel akan mengawasi sampai selesai. Kami hadir di sini untuk memperjuangkan keinginan rakyat,” tegas Didit.
Ia berharap realisasi program plasma nantinya mampu membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di delapan desa. Menurutnya, ketika kebun plasma mulai berjalan dan dikelola dengan baik, manfaat ekonominya dapat dirasakan tidak hanya oleh penerima langsung, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
“Ekonomi akan menggeliat. Saya yakin dan percaya ekonomi di delapan desa akan menggeliat,” kata Didit.
